Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). (foto: ist)
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Setiap 22 Oktober menjadi momen yang istimewa bagi kalangan santri. Pada tanggal dan bulan tersebut, adalah momen tercetusnya ‘Resolusi Jihad’ yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Umat Islam dan para santri membela negara di medan laga setelah Rais Akbar NU Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari mendeklarasikan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
BACA JUGA:
- Apel Akbar HSN Amanatul Ummah Dihadiri Tiga Syaikh Mesir, Kiai Asep: Sejarawan Kiri Gelapkan Sejarah
- Bupati Pamekasan Ajak Santri Jadi Penggerak Peradaban di Upacara Hari Santri 2025
- Besok Pagi, PP Amanatul Ummah Apel Akbar Hari Santri, Ini Kata Menteri Desa dan PDT RI
- ASN di Sumenep Wajib Kenakan Busana Khusus Selama 3 Hari saat Peringati Hari Santri Nasional 2025
Dari resolusi jihad tersebut, kemudian terjadi peristiwa heroik 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Dan peringatan Hari Santri 2020 pada tahun ini, secara khusus mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat".
Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo 2020, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), yang berlatar belakang santri menuturkan, peringatan Hari Santri Nasional mengingatkan kembali bagaimana umat Islam, ulama, atau kiai, dan santri berjuang dengan hukumnya wajib untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
"Berjuang membela negara dan mempertahankan kemerdekaan itu wajib kita lakukan. Siapa pun yang merongrong negara kita, harus dilawan," cetus Gus Muhdlor, Rabu (21/10/2020).
Alumnus Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Kediri itu pun mengajak seluruh santri pada khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk memaknai lebih dalam pada peringatan Hari Santri ini.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




