Kamis, 03 Desember 2020 16:58

Tafsir Al-Kahfi 37-38: Musyrik Itu Kayak Punya Dua Paspor

Kamis, 19 November 2020 11:52 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 37-38: Musyrik Itu Kayak Punya Dua Paspor
Ilustrasi selingkuh.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

37. Qaala lahu shaahibuhu wahuwa yuhaawiruhu akafarta bialladzii khalaqaka min turaabin tsumma min nuthfatin tsumma sawwaaka rajulaan

Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, “Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?

38. Laakinna huwa allaahu rabbii walaa usyriku birabbii ahadaan

Tetapi aku (percaya bahwa), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.

TAFSIR AKTUAL

Melihat saudaranya yang kaya dan congkak, sukanya membanggakan harta dan anak, laki-laki itu menasihati agar tidak mengkufuri Tuhan yang menciptakan dirinya dari tanah. Artinya, bahwa manusia tidak ada apa-apanya, jika Tuhan tidak berkenan mencipta.

Bagaimana mungkin sekadar air mani yang menjijikkan. Jika dibiarkan, maka rusak. Tapi kalau ditanam di rahim ibu, maka tumbuh menjadi bayi. Pakai teknologi apa Tuhan ini?

Bayi lahir dalam keadaan angat lemah. Semua indranya belum langsung berfungsi, kemudian berkembang sedikit demi sedikit. Akhirnya tumbuh besar dan manjadi dewasa. Tidak berhenti di situ, Tuhan memberi kenikmatan berlimpah, tapi tidak semua manusia mengerti.

Bersikap musyrik atau mengkufuri Allah SWT sebagai Tuhan itu keterlaluan. Kafir, artinya tidak mengakui. Jika anda sebagai orang tua, lalu anak anda tidak mau mengakui anda sebagai orang tuanya, maka bagaimana perasaan anda?

Syirik, artinya menyekutukan, mengakui pihak lain yang sama sekali tidak layak diakui. Sejatinya "dia" sama sekali bukan Tuhan, tapi di Tuhan-tuhankan. Jika anda punya anak kandung, lalu anak anda mengakui anda sebagai bapaknya, tapi juga mengakui pria lain sebagai bapak genetiknya juga, lalu bagaimana perasaan anda? Jawabnya tidak masuk akal, bapak genetik cuma satu.

Makanya, orang yang menuhankan selain Allah SWT, berhala, patung, orang, api, matahari, dan sebagainya itu sama sekali tidak masuk akal, tapi dimasuk-masukkan. Ketika manusia menyembah manusia, lalu apa yang bisa didilakukan oleh Tuhan-tuhanan yang berupa manusia itu? Lha wong dia mati. Mana ada Tuhan mati.

Jangankan di teologi, di dunia pacaran, keluarga, organisasi, negara saja, sangat membenci perbuatan syirik. Kalau anda punya pacar, lalu pacar anda punya pacar lain selain anda, gimana?

Lazimnya, satu orang hanya berhak menjadi satu warga negara. Negeri kita ini termasuk yang menganut asas itu. Tidak ikut aturan dwi warga negara. Jika telah resmi menjadi warga negara lain, maka hak warga negaranya di RI ini dicabut. Mestinya dalam keimanan juga sebaiknya begitu, cukup satu Tuhan saja. Jadi, musyrik itu kayak punya dua paspor, pasti gugur salah satunya.

Sama dengan kufur nikmat. Anda yang setiap saat memberi makan, memberi minum, merawat, mencukupi semua kebutuhan hidupnya, mengobatkan ketika dia itu sakit, menyekolahkan agar pinter dan seterusnya, lalu si anak itu tidak mengakui jasa anda sebagai orang tua. Bagaimana perasaan anda? Jadi, orang yang tidak bersyukur itu menyakiti perasaan Tuhan. 

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...