Ilustrasi keluarga iblis.
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*
51. Maa asyhadtuhum khalqa alssamaawaati waal-ardhi walaa khalqa anfusihim wamaa kuntu muttakhidza almudhilliina ‘adhudaan
Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.
52. Wayawma yaquulu naaduu syurakaa-iya alladziina za’amtum fada’awhum falam yastajiibuu lahum waja’alnaa baynahum mawbiqaan
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman, “Panggillah olehmu sekutu-sekutu-Ku yang kamu anggap itu.” Mereka lalu memanggilnya, tetapi mereka (sekutu-sekutu) tidak membalas (seruan) mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
53. Waraaa almujrimuuna alnnaara fazhannuu annahum muwaaqi’uuhaa walam yajiduu ‘anhaa mashrifaan
Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.
TAFSIR AKTUAL
Ayat sebelumnya bertutur tentang manusia yang menuhankan Iblis dan keluarganya. Mereka berpaling kepada Allah SWT dan mengikuti arahan Iblis. Padahal Iblis adalah musuh manusia yang amat jelas. Dan dengan segala cara, Iblis berhasil menipu mereka, sementara para pemujanya tidak merasa ketipu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




