Sabtu, 10 April 2021 22:20

​Gubernur Sumsel: NU Jangan Dikotak Satu Partai, Saya Ketua ISNU Dua Periode dan Mustasyar NU

Rabu, 10 Februari 2021 00:24 WIB
Editor: mma
​Gubernur Sumsel: NU Jangan Dikotak Satu Partai, Saya Ketua ISNU Dua Periode dan Mustasyar NU
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat memberi sambutan dalam acara pengukuhan Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) dan Pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sumsel di Griya Agung , Rumah Dinas Gubernur Sumsel di Palembang, Ahad (7/2/2021). foto: mma/ bangsaonline.com

PALEMBANG, BANGSAONLINE.com – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru minta Nahdlatul Ulama (NU) tidak dikotak-kotakkan ke satu partai. Ia menengarai ada penggiringan NU ke satu partai politik (parpol). Padahal, kader NU ada di mana-mana bahkan menyebar di semua partai politik.

“Ini saya ingatkan agar (NU) tidak bergeser ke kotak partai. NU itu besar. Tidak bisa diidentikkan dengan partai tertentu,” tegas Herman Deru saat memberi sambutan dalam acara pengukuhan Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) dan Pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sumsel di Griya Agung, Rumah Dinas Gubernur Sumsel di Palembang, Ahad (7/2/2021).

“Tapi kalau partai tertentu mengidentikkan dengan NU, nggih monggo. Tak masalah. Tapi NU begitu besar. Maka kita jangan bikin garis demarkasi sendiri. Bahwa NU milik semua orang. Milik orang yang berpartai apapun di Indonesia ini. Namun Ahlussunnah Wal Jamaah,” tegas Herman Deru yang disambut tepuk tangan.

“Ini ada penggiringan. (NU) diidentikkan dengan partai tertentu,” tegas Herman Deru. “Kalau NU kita identikkan dengan segmen tertentu, maka NU itu akan mengecil,” katanya.

BACA JUGA : 

Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Kiai Asep Bakal Dirikan Universitas Bertaraf Internasional

Kiai Asep Paparkan Empat Faktor Kunci Akses Menjadi Sukses

Hujan Tak Surutkan Kader NU Karang Pilang Hadiri Peringatan Harlah NU ke-98

Begini Tanggapan Pakar Farmasi Soal Penolakan Kiai Asep Terhadap Vaksin AstraZeneca

“Ini ada penggiringan. (NU) diidentikkan dengan partai tertentu,” tegas Herman Deru. “Kalau NU kita identikkan dengan segmen tertentu, maka NU itu akan mengecil,” katanya.

Herman Deru pun menegaskan jatidirinya sebagai kader NU. “Saya ini Ketua ISNU (Ikatan Sarjana NU-Red) dua periode dan Mustasyar NU,” tegas mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) dua periode tersebut.

Ia juga menyinggung lagu Yahlal Wathan karangan KH A Wahab Habullah yang biasa dinyanyikan dalam forum resmi NU dan banom serta lembaganya. Menurut dia, lagu tersebut boleh dinyanyikan siapa saja kader NU.

“Kalau orang nyanyi Hubbul Wathan tadi, juga boleh, siapa pun yang merasa NU boleh. Muslimat NU boleh, Fatayat boleh, bahkan orang-orang di perguruan tinggi swasta yang tidak mengidentikkan dengan Islam namanya juga boleh, jangan dipatok lagu itu untuk partai tertentu,” katanya.

VIDEO

Karena itu ia berharap peran para guru untuk meluaskan pikiran dan menjaga marwah agar kita tak terkotak-kotak yang mengidentikkan kita dengan suku tertentu, dengan partai tertentu.

Herman Deru semula menyampaikan tentang kondisi plural masyarakat Sumatera Selatan. Menurut dia, masyarakat Sumsel terdiri dari suku, bahasa, etnis yang beragam. Karena itu tak bisa dikotakkan dengan suku tertentu. Apalagi dikotakkan kedalam partai tertentu.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., Wakil Rais Syuriah Sumsel Syamsuri, Wakil Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono, Ketua PW Pergunu Sumsel Ahmad Zainuri, dan Prof. Dr. Nyanyu Khadijah, M.Si, Ketua PTKAIS KOPERTAIS Wilayah VII (Sumbagsel) yang juga Rektor UIN Raden Fatah Palembang.(mma)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Senin, 05 April 2021 10:05 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com.com - Gua Jegles, begitu nama gua yang masih dalam pembenahan itu sering disebut. Gua yang terletak di Dusun Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tersebut saat ini memang sedang viral di media sosial (medso...
Sabtu, 10 April 2021 05:43 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Kapal super raksasa Ever Given ternyata masih ditahan pemerintah Mesir. Kapal milik perusahaan Jepang itu dimintai ganti rugi Rp14 triliun setelah sempat menyumbat Terusan Suez.Loh? Silakan simak tulisan Dahlan Iskan ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...