Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina

Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina Anwar Abbas. Foto: Muhammadiyah

JAKARTA, BANGSAONLINE.com-Keputusan politik Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas khawatir. Ia khawatir Prabowo melunak dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Ada kekhawatiran bila Prabowo sudah duduk berdampingan dengan Trump dalam dewan ini, sikap kepala negara mulai melunak," ujar Anwar Abbas dilansir Tempo, Sabtu (24/24/2026).

Namun Anwar Abbas masih optimistis bahwa Prabowo masih konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Hanya saja ia mewanti-wanti agar Prabowo jeli merespons setiap langkah yang disodorkan Presiden Trump.

Menurut dia, Trump punya kepribadian mendikte. Bahkan, menurut dia, Trump cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai kepentingannya.

"Prabowo harus bisa memperlihatkan dirinya sebagai seorang mantan jenderal yang tak mengenal rasa takut untuk bertempur," ujar Anwar Abbas.

Menurut Anwar Abbas, inisiatif membangun kembali Gaza yang digagas Trump terkait Palestina kontradiktif dengan tindakan Amerika Serikat yang berada di belakang Israel selama ini.

"Pada masa jabatannya yang lalu di 2017 hingga 2021, Trump tampak sekali mendukung langkah-langkah Israel yang jelas-jelas telah merugikan Palestina," kata Anwar Abbas.

Tokoh Muhammadiyah itu mencontohkan langkah politik Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Anwar Abbas menilai pembentukan Dewan Perdamaian Gaza oleh Trump justru merugikan perjuangan rakyat Palestina yang ingin merdeka dan berdaulat.

"Dewan Perdamaian Gaza tidak akan bisa diharapkan untuk menciptakan perdamaian, bahkan mungkin yang akan terjadi sebaliknya," tegasnya.