Seminar parenting yang digelar SDN Sidokerto Buduran, Sabtu (24/1/2026). Foto: Ist.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - SDN Sidokerto, Buduran Sidoarjo, menggelar Seminar Parenting Pendidikan Inklusif bertema "Menghapus Batas dengan Sentuhan Hati Menuju Indonesia Emas 2045", di gedung sekolah setempat, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta kolaborasi antara orang tua, guru, dan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi peserta didik, khususnya peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).
BACA JUGA:
- Siapkan Beasiswa Perintis Rp7,5 Miliar, Pemkab Lamongan Dukung Gerakan 7 KAIH dan Wajar 13 Tahun
- Perkuat Sinergitas, Forum Komunikasi Komite Sekolah-Madrasah Tingkat Kecamatan Se-Sidoarjo Dilantik
- Resmikan Dormitory Smamda Sidoarjo, Mendikdasmen: Ini Terobosan Pendidikan Terintegrasi
- Polisi di Sidoarjo Edukasi Bahaya Kekerasan Anak pada Guru Sekolah
Seminar parenting ini menghadirkan Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pandaan Pasuruan, Dr. Iva Evry Robiyansyah, yang juga praktisi pendidikan khusus sekaligus Fasilitator Pendidikan Inklusif Kemdikbud sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Iva Evry Robiyansyah menekankan pentingnya peran orang tua dan guru sebagai mitra strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus secara holistik.
Ia menjelaskan, Indonesia Emas 2045 dimulai dari anak-anak yang hari ini diterima, dipahami, dan didampingi dengan sentuhan hati.
"Anak berkebutuhan khusus tidak membutuhkan rasa kasihan, tetapi membutuhkan orang tua dan guru yang mau berjalan bersama dengan hati," cetusnya.
Kepala SDN Sidokerto, Nur Rohmah, menyampaikan bahwa kegiatan parenting ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan layanan pendidikan inklusif yang ramah, kolaboratif, dan berkelanjutan.






