Selasa, 20 April 2021 14:03

Targetkan Latih 10.000 Vaksinator, Alodokter Gandeng Dinkes, Puslatkesda, dan IDI

Kamis, 08 April 2021 20:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Diyah Khoirun Nisa
Targetkan Latih 10.000 Vaksinator, Alodokter Gandeng Dinkes, Puslatkesda, dan IDI
Press conference virtual terkait pelaksanaan pelatihan vaksinator massal.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Alodokter bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah (Puslatkesda), dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengadakan pelatihan vaksinator massal.

Presiden Direktur & Co-Founder Alodoketer, Suci Arumsari mengatakan, pelatihan ini tidak hanya dikhususkan untuk doktor atau perawat, namun juga tenaga non medis. Karena kegiatan vaksinasi yang terdiri dari beberapa meja tersebut juga melibatkan tenaga non medis.

"Pelatihan vaksinator ini sesuai dengan misi kami untuk membantu pelaku industri kesehatan di era health-tech meningkatkan mutu pelayanan medis. Nantinya pelatihan ini dilakukan dalam sehari, namun berkualitas," katanya saat press conference virtual, Rabu (7/4/2021).

Target yang diharapkan adalah 10.000 tenaga kesehatan. Nantinya mereka juga akan mendapatkan sertifikasi vaksinator Covid-19. Pelatihan akbar ini digelar guna membantu percepatan program vaksinasi pemerintah yang menargetkan lebih dari 180 juta orang Indonesia telah divaksin pada kuartal pertama 2022.

BACA JUGA : 

Pemkot Surabaya Lakukan Sweeping Vaksin Pada Lansia

6.821 Karyawan dan Pensiunan Petrokimia Ikuti Vaksinasi di SVB BUMN

​Jika Vaksin Nusantara Terlambat, Tiongkok Produksi, Dahlan Iskan: Kita Gigit Jari

​Tak Mau Bebani Negara, Advokat Ini Minta Jokowi Beri Izin Vaksinasi Mandiri Individu

Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Nisma Hiddin, S.H., M.M. mengatakan, vaksinator ini memang bukan hanya dokter atau perawat, tetapi juga non medis. Sebab saat pelaksanaan vaksinasi, peserta akan melewati 4 meja, mulai dari registrasi, screening, vaksinasi, hingga observasi dan pemberian sertifikat vaksinasi.

"Setelah mengikuti pelatihan, peserta bisa melakukan pelayanan vaksinasi sesuai protokol. Mengapa pelatihan ini sangat penting? Karena vaksinator harus memiliki sertifikat," ungkapnya.

Adapun beberapa materi dan kegiatan yang dilakukan dalam pelatihan antara lain, menjelaskan epidemiologi dan patofisiologi Covid-19, melakukan microplanning dan pengelolaan rantai dingin vaksin, melakukan pelayanan vaksinasi, melakukan pencatatan dan pelaporan vaksinasi, melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan vaksinasi, serta melakukan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Sementara Sekretaris IDI Wilayah DKI Jakarta, Fery Rahman, M.K.M., menambahkan, Program Pelatihan Vaksinator ini akan dilaksanakan dalam 3 gelombang. Gelombang pertama telah dimulai awal minggu ini.

"Sertifikat akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan memenuhi persyaratan, yaitu telah mengikuti minimal 95 persen dari keseluruhan jumlah jam pembelajaran, serta memenuhi nilai minimal 70 dari hasil evaluasi dari pelatihan," tutupnya. (diy/rev)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...