Kamis, 17 Juni 2021 14:24

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace
Ilustrasi. foto: gomedii

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaan

Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.


BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Andai Android Zaman Musa A.S.

Tafsir Al-Kahfi 60: Kecongkakan Nabi Musa A.S.

Tafsir Al-Kahfi 58-59: Tuhan Tak Pernah Dendam

TAFSIR AKTUAL

Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, bahkan sampai kebablasan, lalu balik lagi, kini Musa A.S. berhasil menemumui guru spiritual yang dicari-cari, yaitu Khidir A.S. al-Sayyid Muhsin al-Misawy menyebut nama kecil Khidir adalah Balya ibn Balkan yang kemudian berjuluk Khadlir, Sang Hijau.

Banyak versi terkait latar belakang penjulukan tersebut, antara lain: pertama, sesuai maknanya, “hijau”, bahwa nabi ini punya keistimewaan menakjubkan, di mana setiap ada lahan kering, rerumputan atau apa yang pernah disinggahi beliau, maka setelah itu cepat sekali menjadi hijau dan subur, meskipun pada musim kemarau.

Kedua, Khadlir A.S. dikenal sebagai orang shalih yang doanya mustajab, spesial mendoakan kemakmuran, kesuburan tanah pertanian atau pertumbuhan ekonomi rakyat. Tidak hanya mendoakan, Khadlir juga suka penghijauan lahan demi kemaslahatan hidup generasi mendatang. Waw, andai Khadlir A.S. warga negara negeri ini, maka dijadikan menteri pertanian, perhutanan seumur hidup.

Ketiga, Khadlir A.S. sangat menyukai lingkuangan yang bersih dan bebas dari limbah maupun polusi. Sebaran “hijau” yang dicanangkan Khadlir A.S. tidak hanya di daratan saja, melainkan hingga ke pantai dan laut. Makanya, saat nabi Musa A.S. memburunya, dia ditemui di pantai, majma’ al-bahrain. Pengembara dan pecinta lingkungan ini benar-benar layak menjadi nabinya komunitas Green Peace.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Soal Anggaran Menhan untuk Alutsista Rp 1.700 Triliun, Ini Komentar Kiai Asep
Kamis, 17 Juni 2021 00:22 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh anggaran untuk membeli Alutsista sebesar Rp 1.700 Triliun membuat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mendapat sorotan publik. Padahal, menurut Prabowo, master plan atau grand design itu permintaan ...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Kamis, 17 Juni 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di Indonesia, terutama di Bangkalan dan Kudus, Covid-19 mengganas. Ratusan orang meninggal dunia.Tapi di belahan dunia lain Covid-19 justru lenyap. Inilah yang terjadi di California. Warganya pun berpesta. Pesta merd...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...