Oleh: Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie
Rubrik Tafsir Al-Quran Aktual ini diasuh oleh pakar tafsir Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i, Mudir Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Kiai Musta'in selain dikenal sebagai mufassir mumpuni juga Ulama Hafidz (hafal al-Quran 30 juz). Kiai yang selalu berpenampilan santai ini juga Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng.
Tafsir ini ditulis secara khusus untuk pembaca HARIAN BANGSA, surat kabar yang berkantor pusat di Jl Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya. Tafsir ini terbit tiap hari, kecuali Ahad. Kali ini Kiai Musta’in menafsiri Surat Al-Hajj': 38. Selamat mengaji serial tafsir yang banyak diminati pembaca.
38. Innallâha yudâfi‘u ‘anilladzîna âmanû, innallâha lâ yuḫibbu kulla khawwâning kafûr
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat khianat lagi sangat kufur.
TAFSIR
“inn Allah ydafi’ ‘an al-ladzin amanu”. Inilah ayat sebagai jaminan keselamatan, the guarantee statement dari Tuhan bagi umat beriman. Mereka akan dilindungi dari serangan-serangan musuh, dijamin aman dan selamat. Berbagai tafsir terkait ayat ini:
Pertama, jaminan keselamatan orang beriman dari kejahatan orang kafir itu nyata dan sering terjadi di luar nalar. Sehingga sejarah membuktikan, bahwa umat islam zaman Rasulullah SAW tidak pernah kalah dalam pertempuran melawan musuh kafir.
Utamanya perang Badar yang sangat fantastis dan tidak masuk akal. Tiga ratus tiga belas tentara muslim, banyak yang miskin, hanya satu yang punya kuda perang melawan kafir seribu bersenjata lengkap. Gagah-gagah, lengkap logistik, artis, dan gundik. Seorang sahabat terkejut, pedang di tangan baru saja diayunkan, belum mengenai sasaran, eh, kepala musuh sudah putus duluan.
Bahkan di semua pertempuran bisa dikata dimenangkan umat islam. Kecuali perang Uhud. Mereka memburu rampasan perang dan tidak mematuhi instruksi Rasulullah. Hanya sekali itu umat islam kalah. Hikmahnya sebagai pelajaran, agar berjihad di jalan Allah yang ikhlas dan jangan karena memburu duniawi.
Dulu, tidak pernah ada umat islam dibantai, justru mereka yang acap kali menghabisi lawannya. Nabi SAW duel melawan jagoan kafir, Rukanah, satu lawan satu, hasilnya menang total. Rukanah dibanting berkali-kali dan menyerah, lalu masuk islam. Ali ibn Abi Thalib melawan Abdul Wad, musuh tumbang, tergeletak dan tinggal bacok saja. Tapi dimaafkan.
Ini tafsiran paling popular, bahwa ada kekuatan supra dan misterius yang diam-diam diberikan Tuhan pada waktu yang tepat. Asal saja muslim yang bersangkutan ikhlas berjuang karena Allah SWT. Masih berlaku sampai sekarang meski di Palestina. Keajaiban-keajaiban sering diuanggah di berita. Andai tidak ada model begituan, Palestina sudah hancur dulu-dulu.
“Inn Allah La yuhibb kull khawwan kafur” Allah tak suka pengkianat. Artinya, Allah SWT suka menolong hamba-Nya sesuai kebijakanNya. Artinya, semakin murni perjuangan seorang hamba, hanya karena-Nya, maka semakin banyak keajaiban yang diberikan.










