
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Muntoko (45), warga Mojo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, tidak menyangka pekerjaan yang ditekuni selama ini sebagai sopir, akan terimbas oleh Covid-19. Akibatnya, ia harus menganggur untuk sekian lama.
Tak ingin terus menganggur dan hanya menggantungkan hidupnya kepada pekerjaan sebagai sopir, Muntoko akhirnya memutar otak agar dapurnya tetap ngebul.
Kebetulan, sebagai sopir angkutan, ia sering diminta mengangkut pasir dan tanah urukan. Ketika sedang ikut bekerja mengangkut tanah uruk milik warga, ia menemui banyak akar pohon jati yang dibiarkan begitu saja.
Melihat hal itu, naluri bisnisnya muncul. Muntoko lalu membawa beberapa akar pohon jati itu ke tempat usaha warungnya yang kebetulan lagi sepi, di Desa Jugo, Kecamatan Mojo.
Terhitung sejak lima bulan lalu, tepatnya awal bulan Februari 2021, Muntoko mulai menggarap akar pohon jati itu menjadi meja dan kursi.
"Kalau meja dan kursinya biasa saja, saya bisa mengerjakan sendiri. Tapi kalau yang ukiran, saya serahkan kawan saya yang kebetulan bisa mengukir," kata Muntooko saat ditemui di bengkel akar jatinya di pinggir jalan poros Selopanggung - Besuki, Minggu (4/7).
Sejak beralih profesi sebagai pengrajin meja kursi dari akar pohon jati, ia baru bisa menyelesaikan satu stel meja kursi yang terdiri dari 1 meja dan 4 kursi.
"Kemarin ada yang menawar mejanya saja dengan harga Rp. 3 juta. Tapi belum saya berikan, karena saya ingin menjualnya satu stel meja kursi langsung, tidak sendiri-sendiri," ujar Muntoko.
Untuk satu stel terdiri dari 1 meja dan 4 kursi, kata Muntoko, harganya bisa Rp. 10 juta.
Diakuinya, selama beralih profesi menjadi pengrajin meja kursi dari akar pohon jati ini, belum ada hasil karyanya yang terjual.
"Semoga saja ke depan ada yang membeli hasil karya saya ini," tutup Muntoko penuh harap. (uji/rev)