"Terus terang saya tidak menyangka, karena waktu itu kami bersama rekan-rekan jurnalis sempat menjenguk ke RSUD Kepanjen, sebelum dibawa ke Samarinda di tempat putri beliau. Bahkan, saya bersama istri yang juga alumni LASMI dua Minggu lalu, sempat video call dengan beliau. Baru semalam dapat kabar dari putra beliau, bahwa bapak guru Yunanto telah meninggal," ungkap Dian sapaan akrabnya, dengan terbata-bata menahan sedih, Kamis (8/7/2021) malam.
Baginya, sosok Yunanto adalah guru besar bagi para jurnalis di Malang Raya, terutama alumni LASMI angkatan lV.
“Kami yang merasa belum mumpuni menjadi wartawan, sudah ditinggal pergi bapak guru Yunanto. Beruntung, kami pernah mengikuti diklat jurnalistik bersama almarhum. Ilmu yang diajarkan beliau sangat mengena di hati dan otak kami. Jujur, selama enam kali mengikuti diklat jurnalistik, hanya dengan bapak guru Yunanto yang dapat mengena," ujarnya.
Menurut alumni LASMI angkatan lV ini, Yunanto merupakan pribadi yang bersahaja, humanis, santun, rendah hati, dan menjadi tempat untuk bertanya seputar dunia tentang ilmu jurnalistik.










