"Apalagi, Bapak Prof. Dr. K.H. Asep Syaifuddin Chalim, M.A. sebagai Pendiri PP Internasional Amanatul Ummah sedang membangun laboratorium pertanian, perikanan, dan peternakan. Di samping itu, juga telah disiapkan lahan pertanian hasil uji coba laboratorium serta lahan peternakan dan perikanan. Sebentar lagi juga segera dibangun universitas modern. Untuk itu, kemandirian luar biasa dari PP Amanatul Ummah dapat dijadikan percontohan bagi lembaga lembaga pendidikan dan pondok pesantren lainnya," jelas Politikus Nasdem ini.
"Kemandirian Pesantren Amanatul Ummah dibuktikan dengan adanya berbagai usaha yang profesional guna mendukung operasional pesantren dan unit pendidikan belajar mengajar yang terarah dan sistematis. Saya lihat, juga telah disediakan Cafe Amanatul Ummah yang desainnya selayak cafe hotel berbintang lima bagi para tamu. Inilah percontohan kemandirian pesantren," tambah Suwandi.
Sejumlah delegasi Komisi E DPRD Jatim juga merasa kagum dengan sistem pendidikan dan kemandirian pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Mereka menganggap kemandirian PP Amanatul Ummah merupakan wujud dari penggabungan pendidikan agama Islam dengan kemandirian ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat (community building).
Sekadar informasi, Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah adalah salah satu program terbaik dari MA Unggulan Amanatul Ummah. Lahir sejak 2006, MBI Amanatul Ummah Pacet berhasil meluluskan sebagian besar santrinya untuk studi lanjut ke perguruan tinggi negeri favorit dan pendidikan kedinasan. Bahkan, juga banyak yang melanjukan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Jerman, Australia, Rusia, Mesir, Tunisia, Yaman, Maroko, China, dan lainnya










