Asuh dan Didik Anak Berkebutuhan Khusus, Begini Caranya

Asuh dan Didik Anak Berkebutuhan Khusus, Begini Caranya Ketua PDKK, Umi Salamah (tengah) saat menjadi narasumber di acara pelatihan dan penguatan penyandang difabel di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Foto: Ist.

Lalu bagaimana menjalin dan interaksi dengan ? Menurut Umi, yang paling dasar adalah orang tua harus menerima mereka sebagi anak dan menyayanginya dengan ikhlas. Orang tua harus menjadi sumber rasa aman bagi anak, mengenali kondisi anak berdasarkan diagnosa yang ditegakkan, dan mengenali karakter anak.

"Komponen penting yang perlu perhatian, orang tua antara lain wajib mencari informasi terkait kebutuhan khusus anak seperti karakteristik, kekuatan, kelemahan, dan strategi mendidik," ujarnya.

Selain itu, juga memberikan stimulasi perkembangan yang optimal sedini mungkin, melatih kemandirian anak (daily living), menggali potensi yang dimiliki (bakat, minat, dan keterampilan), memberikan kesempatan untuk terus berkembang di bidang pendidikan layaknya dia tidak , dan bangun sistem dukungan sosial seperti sharing dengan sesama orang tua.

Adapun empat dasar anak menurut Komnas Perlindungan Anak, yaitu, hak hidup lebih layak yaitu berhak atas kasih sayang orang tua, ASI eksklusif, dan akte kelahiran.

Selanjutnya, hak tumbuh dan berkembang, yaitu berhak atas pemenuhan kebutuhan dasar dan makanan yang bergizi, mendapatkan pendidikan yang optimal, dan mendapatkan rekreasi

Lalu, hak perlindungan, yaitu berhak dilindungi dari kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, tindakan kriminal, pekerjaan layaknya orang dewasa dan lainnya.

Terakhir adalah hak berpartisipasi, yaitu setiap anak berhak untuk menyampaikan pendapat, punya hak suara dalam musyawarah keluarga, punya hak berkeluh kesah, dan memilih pendidikan sesuai minat dan bakat. (uji/mar)

Lihat juga video 'Persiapan ke Piala Dunia, Timnas Disabilitas Sepak Bola Latihan di Pasuruan':