Kepala Bidang Tibumtram Satpol PP Gresik Sulyono saat memberikan pembinaan kepada gepeng usai terkena razia. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Razia kali ini sasarannya gepeng yang mengeksploitasi anak-anak untuk menarik rasa iba masyarakat agar memberikan sejumlah uang. Juga untuk menangkap para pengepul gepeng yang dropping para gepeng untuk beroperasi di Kabupaten Gresik.
"Ini tim unit reaksi cepat (URC) kami tengah memburu para pengepul gepeng yang beroperasi di Kabupaten Gresik," terangnya.
Sementara itu, kedua gepeng yang diamankan mengaku sebagai janda yang ditinggal pergi suaminya. Keduanya terpaksa mengemis di jalanan demi mencukupi kebutuhan hidup seperti kos, makan, dan keperluan anak-anaknya.
"Mereka saat kami tanya mengaku pendapatan sehari rata-rata Rp 100 ribu. Hasil minta-minta dikumpulkan untuk bayar kos Rp 500 ribu sebulan, sisanya untuk kebutuhan hidup," ungkap Sulyono.
Saat ini, kedua gepeng beserta 3 anaknya yang masih balita telah dibawa ke selter dinsos untuk diberikan pembinaan oleh dinsos. "Mereka nantinya akan dipulangkan ke daerah asal berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar warganya tersebut tak kembali menjadi gepeng," sambungnya.
"Tentunya, kalau kedua gepeng tersebut terbukti dari keluarga tak mampu, maka kepala desa bisa mendaftarkan mereka masuk dalam daftar keluarga pra sejahtera. Sehingga, mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti PKH, BPNT, atau bantuan lain," katanya. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




