Peraih Nilai Tertinggi dan Mahasiswa Termuda di Unair para Santri PP Amanatul Ummah Surabaya

Peraih Nilai Tertinggi dan Mahasiswa Termuda di Unair para Santri PP Amanatul Ummah Surabaya Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat membacakan kitab Mukhtarul Ahadits di Pondok Pesantren Aamantul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya. Foto: M Mas'ud Adnan/ BANGSAONLINE

(Para santri putra PP Amanatul Ummah Surabaya salat hajat atau salat malam di aula PP Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya. foto: mma/ bangsaonline.com)

Ketiga, mencetak para konglomerat besar yang bisa berkontribusi untuk terwujudnya kesejahteraan bangsa Indonesia.

Keempat, mencetak profesional yang bertanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Kepada BANGSAONLINE.com, Kiai Asep menegaskan bahwa ke depan akan menambah frekuensi kedatangannya ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pegunu) itu akan lebih fokus pada pengembangan Amanatul Ummah Surabaya. Selama ini Kiai Asep memang lebih banyak fokus pada Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto.

“Kendala pengembangan Amanatul Ummah Surabaya ini adalah lahan,” kata Kiai Asep.

Namun, tegas Kiai Asep, dirinya telah membeli beberapa rumah warga yang dijual di sekitar pondok pesantren Amanatul Ummah.

“Sudah 30 rumah warga yang saya beli,” tutur Kiai Asep sembari mengatakan bahwa istrinya, Nya Hj Fadlilah, yang banyak berperan memberi rumah itu.

“Istri saya itu ekonom yang tak pernah ngomong,” puji Kiai Asep kepada istrinya.

Kiai Asep sempat mengajak BANGSAONLINE.com melihat rumah-rumah yang sudah dibeli di kawasan Siwalankerto. Rumah-rumah itu terletak di sekitar pesantren Amanatul Ummah yang tak jauh dari kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kiai Asep optimistis Amanatul Ummah Surabaya akan terus berkembang dan semakin maju.

“Selama ini sekolah-sekolah swasta di Surabaya banyak yang kalah dengan sekolah negeri, kecuali Amanatul Ummah,” katanya.

Kenapa Amanatul Ummah terus unggul? “Karena ada dauroh, try out yang terus menerus, dibahas secara tuntas dan pengenalan soal,” kata Kiai Asep.

Jadi, menurut Kiai Asep, peserta didik Amanatul Ummah tidak selesai di Unas. “Anak-anak (para santri) masuk perguruan tinggi diantarkan dengan kemampuan mengikuti UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer),” jelas Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com

Kiai Asep menyadari bahwa keunggulan sistem pendidikan Amanatul Ummah bisa diadopsi lembaga pendidikan lain. “Karena memang terbuka. Ndak apa-apa, itu sudah biasa,” katanya.

Kiai Asep mengaku tidak hanya mengandalkan sistem, tapi juga kualitas guru yang baik dan bertanggung jawab.

Selain itu, tentu saja upaya spiritual atau riyadlah. Kiai Asep dikenal sebagai ulama ahli riyadlah, disamping sangat menjaga kehalalan makanan.

Apa saja unit pendidikan di bawah naungan Amanatul Ummah Kota Surabaya? Cukup banyak. Antara lain: Madrasah Aliyah Unggulan (MAU), Madrasah Bertaraf Internasional (MBI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) Unggulan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Unggulan, Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan dan lainnya.

Kiai Asep juga menejelaskan bahwa lembaga pendidikan yang diasuhnya berbeda sekali dengan sekolah umum, termasuk sekolah negeri. Menurut Kiai Asep, Amanatul ummah selain mempriotitaskan kualitas peserta didi juga punya program khusus dalam mendidik pada santrinya.

“Unggul, utuh, dan berakhlaqul karimah,” kata Kiai Asep.

Karena itu wajar jika Amanatul Ummah kini menjadi pilihan para orang tua, terutama di perkotaan. Apalagi alumni Amanatul Ummah Surabaya banyak diterima di perguruan tinggi favorit, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Antara lain di ITB, UNAIR, ITS, IPB, UB, UGM, UNRAM, UIN Surabaya, Jakarta, dan perguruan tinggi negeri lainnya.

Kru BANGSAONLINE.com berada di Pesantren Amanatul sejak pukul 3 dini hari hingga sekitar pukul 8.30 WIB. Pagi itu para tamu Kiai Asep mulai berdatangan. Mereka antri untuk menemui ulama kharismatik yang dikenal santun itu. (m mas’ud adnan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO