Sabtu, 15 Mei 2021 17:47

Pupuk Ilegal di Tuban Masih Marak

Senin, 06 April 2015 18:28 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Suwandi
Pupuk Ilegal di Tuban Masih Marak
Tumpukan pupuk ilegal yang disita petugas gabungan TNI dan Polri di Mapolres Tuban. (Suwandi/BANGSAONLINE)

TUBAN (BANGSAONLINE.com) - Peredaran pupuk non subsidi atau ilegal ternyata masih marak dan beredar di Kabupaten Tuban. Terbukti, terdapat pengusaha pupuk ilegal yang digrebek petugas gabungan polisi dan TNI.

Salah satunya penggerebekan pupuk milik pengusaha bernisial PS (48) warga Desa Tlogoretno, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Pengusaha tersebut nekat mengedarkan dan menyembunyikan pupuk ilegal di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Tuban. Bahkan, sebelumnya petugas juga menggerebek pupuk ilegal milik Mutzi Desa Pakel, Kecamatan Montong, Tuban.

Kapolres Tuban, AKBP guruh Arif Dermawan ketika dihadapan wartawan, senin (6/4) menyatakan, dalam penggerebekan tersebut petugas gabungan telah menyita 31 sak pupuk, diantaranya 14 sak pupuk merek ponska, 11 sak urea dan 6 pupuk merek ZA. Sedangkan, untuk setiap sak memililki botot masing-masing 50 kilogram.

“Pemilik pupuk ilegal ini sudah kami tetapkan tersangka, infonya puluhan pupuk ini didapat dari Lamongan, kemudian dijual ke Tuban,” tambahnya.

BACA JUGA : 

​Petani Porang Meluas, Apa Tak Bahaya? Dahlan Iskan: Pemerintah Jangan Bantu, Bikin Repot

Ini Kriteria Petani yang Berhak Dapat Bantuan Pupuk Gratis dari Kementan

Dispertapan Trenggalek: Bantuan Pupuk dari Kementan Gratis, Tidak Boleh Diperjualbelikan

Petrokimia Gresik Dorong Minat Milenial Terjun di Sektor Pertanian

Dikonfirmasi terpisah, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0811 Tuban, Letkol Kaf Rahyanto Edy mengatakan, akan terus melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk bersubsidi di Tuban. Hal itu dilakukan, guna menghindari oknum pengusaha yang memainkan atau memanfaatkan keberadaan pupuk bersubsidi tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk bersubsidi. Hal tersebut dilakukan untuk membantu mewujudkan Indonesia mampu swasembada pangan,” terangnya.

Dijelaskannya, banyaknya penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut lantaran tingginya selisih harga antara pupuk bersubsidi dan non subsidi. Sebut saja, pupuk jenis Urea yang bersubsidi harganya Rp 90 ribu per saknya dengan berat 50 kilogram. Sementara untuk jenis pupuk yang sama dan berat yang sama, tapi yang non subsidi dijual dengan harga Rp 225 ribu.

“Selisih harga yang cukup tinggi inilah yang menggiurkan sebagian masyarakat khususnya pengusaha untuk melakukan penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, akibat perbuatannya pengusaha pupuk ilegal bernama PS diancam dengan Pasal 6 huruf B Undang-undang Daruat Nomor 7 tahun 1955 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi Jo Pasal 8 Perpu Nomor 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang-barang dalam pengawasan Jo 2 Pasal 2 ayat 1. Perpres Nomor 15 tahun 2011 tentang perubahan atas peraturan Presiden Nomor 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan Jo Pasal 30 ayat 3 Permendag RI Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian, dengan ancaman dua tahun penjara.

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...