“Kita akan gelar terus kegiatan yang berkesan buat anak-anak, sementara orang tuanya kita ajak untuk mewaspadai bahaya narkoba dan kekerasan seksual pada anak,” tutur Gus Ipul.
Pengamat Psikolog anak, Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto, mendorong seluruh Kabupaten dan Kota se Indonesia, untuk memiliki satuan tugas (satgas) perlindungan anak hingga ke tingkatan ke RT dan RW. .
Kepada sejumlah wartawan Kak Seto mengatakan, saat ini anak- anak sangat rentan mengalami kekerasan di lingkungan keluarga. Mulai dari kekerasan mental, hingga kekerasan fisik, yang pastinya bakal berdampak terhadap kondisi psikologis anak. “Persoalan itu, membuat anak merasa tidak nyaman di dalam keluarga. Ujung -ujungnya, mereka salah memilih pergaulan,” jelasnya.
Untuk itu, mantan ketua Komnas perlindungan anak itu menandaskan perlu di bentuk satgas perlindungan anak, yang bertugas untuk mengingatkan kepada orang tua dan masyarakat, agar menciptakan suasana nyaman bagi anak- anak.
Sementara Bupati Jember MZA Djalal, mengaku akan segera menindaklanjuti usulan dari kak Seto terkait pembentukan Satgas perlindungan anak hingga ke tingkatan RT dan RW.
“Usulan ini merupakan usulan yang sangat baik, sehingga diharapkan nantinya, persoalan kekerasan terhadap anak, bisa segera dideteksi secara dini dan bisa segera tertangani," ungkap Djalal.
Menindaklanjuti pembentukan satgas itu, rencananya, dalam waktu satu bulan kedepan, pemkab jember akan segera menyusun peraturan bupati, sebagai dasar hukum pembentukan satgas perlindungan anak. "Selain itu Saya berharap hasil dari pemaparan Kak Seto dapat diaplikasikan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas,” pesan Djalal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




