Lantik Pengurus Pramuka Jawa Timur, Budi Waseso Dorong Swasembada Pangan

Lantik Pengurus Pramuka Jawa Timur, Budi Waseso Dorong Swasembada Pangan Pelantikan pengurus Pramuka Jawa Timur. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, melantik pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur periode 2025-2030 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (11/2/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan pelantikan ini menjadi momentum penting memperkuat komitmen pengabdian Gerakan Pramuka di Jawa Timur. 

“Di pundak Kakak-kakak sekalian tersemat harapan besar untuk menjadikan Gerakan Pramuka bukan hanya sebagai wadah pembinaan, tetapi juga sebagai tempat lahirnya generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ucapan selamat juga disampaikan kepada Gubernur Khofifah sebagai Ketua Mabida, serta Ketua Kwarda Jatim Muhammad Arum Sabil, beserta jajaran pengurus baru. Menurut dia, amanah tersebut adalah tanggung jawab moral untuk menggerakkan semangat kepramukaan di tengah masyarakat dengan keteladanan Trisatya dan Dasadarma.

Ditekankan pula pentingnya pendidikan kepramukaan dalam membentuk karakter, kepemimpinan, empati sosial, kepedulian lingkungan, serta menjaga keutuhan NKRI. Budi Waseso juga mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jatim dan Kwarda dalam membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh sebagai wujud nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka.

Ke depan, Pramuka diarahkan untuk berkontribusi dalam swasembada pangan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. 

“Kita harus mendorong gugus depan di sekolah-sekolah memiliki lahan pangan terintegrasi. Di sana adik-adik belajar bukan hanya teori, tetapi praktik kemandirian dalam memproduksi pangan,” kata Budi Waseso.

Sementara itu, Wakil Ketua Mabida, Emil Dardak menilai Jawa Timur memiliki potensi besar karena jumlah anggota Pramuka termasuk terbesar di Indonesia. Ia menekankan pentingnya adaptasi kurikulum dengan era digital tanpa meninggalkan nilai Dasadarma. 

“Pramuka harus menjadi pelopor inovasi, kewirausahaan sosial, serta penjaga lingkungan. Di Jawa Timur yang merupakan lumbung pangan nasional, program swasembada pangan sangat relevan,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua Kwarda Jatim, Arum Sabil, menegaskan komitmen menjadikan Gerakan Pramuka Jatim sebagai organisasi produktif dan solutif. 

“Pramuka tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari solusi persoalan bangsa, terutama di sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup,” tuturnya.

Dengan pelantikan ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur diharapkan semakin solid dalam mencetak generasi muda cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045. (dev/mar)