Masyarakat saat membeli minyak goreng di Pasar Pramuka Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah telah mencabut harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng beberapa hari lalu. Namun, stok minyak goreng di Kabupaten Tuban masih belum bisa memenuhi permintaan seluruh warga.
Tah hanya ketersediaan stok di swalayan yang masih terbatas. Stok minyak goreng di pasar tradisional masih sangat terbatas, seperti yang terjadi di Pasar Pramuka Tuban, Senin (21/3).
BACA JUGA:
- Beli Minyak Goreng Dikirim Batu, Penjual Sembako di Pasuruan Jadi Korban Penipuan Rugi Rp1 Juta
- Harga Sembako Jatim 1 Mei 2025: Beras Medium Rp12.489/kg, Cabai Rawit Rp35.509/kg
- Harga Sembako Surabaya Jelang Ramadhan: Bawang Putih Rp40.333/kg, Cabai Rawit Rp76.500/kg
- Bahan Pokok di Jabar Mulai Naik, Simak Harga Terbaru Hari ini 25 Maret 2025
"Sudah lama kehabisan stok minyak goreng kemasan, dan hanya memiliki beberapa botol minyak goreng curah," kata salah satu pedagang, Karno.
Ia mengaku terakhir kali menjual minyak goreng kemasan pada Januari lalu, sedangkan kini ketersediaannya sudah kosong. Selain stok yang sedikit, harga minyak goreng curah pun merangkak naik, satu liter di Pasar Pramuka Tuban dijual dengan harga Rp24 ribu.
"Tidak adanya stok minyak goreng karena tidak ada pasokan dari distributor. Semoga stok minyak goreng bisa teratasi dan harga kembali normal," tuturnya.
Kondisi serupa juga terjadi di toko modern, seperti Samudra swalayan. Rak minyak goreng kemasan terlihat kosong karena habis dibeli warga.






