Kiai Asep memberikan potongan gunungan tumpeng kepada pengurus senior PMII Mojokerto.
Alumni Al-Azhar Mesir itu mendukung kader PMII di kalangan mahasiswa, harus menjadi beban perjuangan sebagai ideologi Annahdliyah yang menyebar di generasi usia sekarang dan masa depan.
"PMII merupakan Mahasiswa yang berpondasi Ahlussunnah Waljama'ah merubah negara Indonesia ini, khususnya sahabat PMII punya andil besar," ucap Gus Barra.
Pihaknya mengingatkan sekaligus mendorong mahasiswa Islam Indonesia harus semakin maju dan mewarnai Indonesia.
Ketua IKKA Mojokerto, Dayat, S .Ag Msi menjelaskan, pihaknya mengingatkan bahwa kekayaan mahasiswa PMII mengedepankan gaya kritisnya. Kekayaan ini harus dipelihara semaksimal mungkin, agar cita-cita PMII ke depan bisa dinikmati perubahan-perubahan fundamental dengan cara yang baru. Menurutnya, perubahan ini harus dihadapi dengan cara yang pinter.
Pihaknya menjelaskan tiga konsep harus menerima perubahan, serta harus diciptakan dan beradaptasi dengan perubahan yang ada di dalamnya, pengetahuan harus kuat idealisme harus tinggi, gerakan PMII harus mempunyai makna dan tujuan yang secara jelas,
Terakhir, Ketua PMII Mojokerto, Yoyo sekaligus pamungkas dengan memberikan kolaborasi serta support kepada jajaran mahasiswa PMII Mojokerto.
"Harapannya, semoga akan muncul pergerakan Indentifikasi Ahlussunah Waljama'ah, dengan pergerakan masa sekarang, budaya baca untuk menata masa depan mahasiswa," pungkasnya. (ris/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




