Bupati Mojokerto, Kiai Asep dan Kepala dinas Pendidikan hadiri Tryout Sekolah Dasar Se Jatim
MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Suasana meriah menyelimuti halaman Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kembangbelor, Pacet, Kabupaten Mojokerto, saat lebih dari 2.500 siswa SD dan MI dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Try Out Tes Kompetensi Akademik (TKA), Minggu (5/4/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH Asep Saifudin Chalim, atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bisa berkumpul untuk menguji kemampuan akademik anak-anak. Pemerintah Kabupaten Mojokerto sangat serius meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan. Semoga kegiatan ini bisa memaksimalkan potensi anak-anak kita,” ujar Gus Barra.
Ia juga berpesan agar para peserta dapat mengerjakan soal dengan tenang dan maksimal, serta berharap banyak di antara mereka mampu meraih prestasi terbaik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amzar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi TKA yang sesungguhnya.
“Abah Yai tidak mau nilai rata-rata Kabupaten Mojokerto kalah dengan daerah lain di Jawa Timur. Oleh karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia juga meminta agar materi yang diujikan dapat dipelajari kembali dan disebarluaskan kepada siswa lain yang tidak hadir, sebagai bentuk persiapan yang lebih matang.
Ketua panitia, Rafiudin, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Tidak hanya dari Mojokerto, peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Pasuruan, Gresik, Lamongan, Tuban, hingga Lumajang.
“Alhamdulillah, pagi ini sudah lebih dari 2.500 peserta hadir. Kegiatan berlangsung satu hari penuh, mulai dari registrasi pagi hingga pembagian hadiah sore nanti,” jelasnya.
Try out ini digelar secara gratis tanpa dipungut biaya. Materi yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia sesuai standar pemerintah.
Soal disusun bekerja sama dengan pihak profesional, sementara pengawasan dan fasilitas ditangani oleh tenaga pendidik Amanatul Ummah. (ris/van)

























