
SURABAYA, BANGSAONLIE.com - Pokja Wartawan Taman Surya Surabaya (POTAS) melakukan sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik dalam rangka memperingati Hari Bumi (Earth Day), di depan Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Jumat (22/4).
Sosialisasi tersebut, dikemas dengan cara membagikan 300 paket takjil gratis dengan menggunakan kantong ramah lingkungan.
Ketua Pokja Wartawan Taman Surya Surabaya, Robby Julianto, menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk kerja sama antara POTAS dengan Komunitas Nol Sampah. Serta dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya dan Ecoton.
"Kita berbagi takjil 300-an paket, tas kain dan isinya itu adalah diet untuk tidak memakai tas kresek di Surabaya. Kegiatan ini dilakukan bertepatan juga dengan Peringatan Hari Bumi," katanya.
Selain memperingati Hari Bumi, lanjut Robby, Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan kepada Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya yang telah diterbitkan pada 9 Maret 2022.
"Nah, ini di Surabaya sendiri sudah mulai diterapkan Perwali tentang pembatasan tas kresek," lanjutnya.
Di lokasi yang sama, Koordinator Komunitas Nol Sampah, Wawan Some, menilai kegiatan yang diprakarsai POTAS tersebut sangat menarik. Sebab, dalam kegiatan ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April 2022.
"Jadi ini kegiatan yang menarik bertepatan dengan hari bumi. Sepele sebenarnya kalau kresek itu, padahal kalau bikin satu ton kresek itu butuh 12 barel minyak. Terus ketika dia sudah jadi kresek, itu pemakaian kita paling 5 menit, habis itu kita buang. Kalau sudah dibuang butuh 100 tahun untuk bisa terurai," ungkap wawan.
Menurutnya, sampah plastik bisa berdampak kemana. Tak hanya bagi kesehatan lingkungan, tetapi juga manusia dan hewan. Dampaknya pun pernah terjadi di Surabaya pada tahun 2012 silam.
"Salah satunya misal kita ingat di Surabaya, kliwon. Kliwon itu jerapah yang di KBS (Kebun Binatang Surabaya) tahun 2012 mati, ketika dibedah lambungnya ada 20 kilogram kantong plastik bercampur kotoran dalam lambung," katanya.
Bahkan, ribuan mangrove yang sebelumnya ditanam oleh Komunitas Nol Sampah di Pantai Timur Surabaya mati. Hal itu disebabkan karena limbah plastik yang dibuang sembarangan. Maka dari itu, pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya penggunaan kresek. "Jadi kami mengingatkan memang dampak kresek luar biasa," tegasnya.
Hal yang sama juga dikatakan salah satu aktivis Ecoton, Aeshnina Azzahra Aqilani yang akrab disapa nina menjelaskan, limbah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai secara alami.
"Karena itu terbuat dari minyak bumi dan ditambahkan bahan kimia adiktif berbahaya. Makanya sangat membahayakan kesehatan kita, bisa menambah jumlah kematian dan mikro plastik ini bentuknya sangat kecil. Sehingga sangat mudah masuk ke tubuh kita, entah lewat kacamata, HP atau masker kita," ungkap nina.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menambahkan pada Perwali Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya telah diterapkan sejak 9 April 2022 lalu. Bahkan, Perwali ini sudah disosialisasikan ke pasar modern, swalayan, restoran hingga hotel.
"Kantong plastik menjadi amanah UU Lingkungan Hidup Nomor 18, ada turunannya sampai keputusan menteri dan Perda. Nah, di Perda ini diatur dengan Perwali. Akhirnya ada Perwali Surabaya Nomor 16 tahun 2022," ungkap Hebi.
Hebi juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan POTAS bersama Komunitas Nol Sampah. Pemkot pun mengucapkan banyak terima kasih. Sebab, wartawan di Surabaya juga peduli terhadap lingkungan dan mendukung kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. (ari/rif)