Eksekusi Lahan PTPN XII Pasewaran Banyuwangi Dihadang Puluhan Warga

Eksekusi Lahan PTPN XII Pasewaran Banyuwangi Dihadang Puluhan Warga Suasana perlawanan dari oknum yang mengatasnamakan kelompok tani pada pengolahan lahan Afdeling Kampe PTPN XII Pasewaran.

"Ketua kelompok tani menyatakan bahwa 'ayo kalau mau bertani, disana ada lahan kosong. Petani tidak tahu menahu apabila ada permasalahan seperti ini'," ungkapnya.

Berdasarkan hal itu, Kapolsek Wongsorejo, menyarankan agar petani menanyakan terlebih dahulu kepada kepala desa agar tidak terjadi permasalahan hukum.

Sedangkan dari keterangan Kusmantoro, petani menginginkan jika pihak Pasewaran benar-benar bermitra diharapkan dengan aturan yang benar.

"Dalam artian bukan masalah kita dihubungkan dengan pihak ketiga. Jadi di situ diambil keuntungan lagi. Itupun tidak pernah sosialisasi kepada petani dengan aturan yang jelas. Kalau kita tarik ke aturan perkebunan. Perkebunan berdiri disini atas dasar apa, mensejahteraan masyarakat," urai Kusmantoro.

"Saya masih perlu musyawarah dari petani. Hasil mediasi ini nanti kita sampaikan kepada petani. Nanti dari petani bagaimana, kami akan mewakili petani," tutur pria yang mengaku sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Sari Rukun.

Akibat penghadangan tersebut, kata Ardi, traktor yang rencana awal dipakai untuk olah tanah akhirnya batal dilakukan dan ditarik kembali.

“Kami tegaskan bahwa lokasi olah tanah menggunakan traktor hari ini hanya untuk area jagung yang selesai di panen warga dan bukan area lain," ujarnya.

Agenda itu didampingi pihak TNI dan kepolisian agar ada saksi kejadian sebenarnya serta tidak ada pelintiran untuk pemberitaan yang menyudutkan XII Kebun Pasewaran seperti sebelum-sebelumnya.

Terkait permasalahan ini, sebelumnya telah dilakukan mediasi di DPRD pada 21 April 2022, yang mana dalam dengar pendapat tersebut telah ada kesediaan dari XII Kebun Pasewaran untuk memberi kesempatan petani menggarap secara legal dan bersedia dengan mekanisme kerja sama dengan mitra KSU XII.

Kebun Pasewaran telah memberi kesempatan petani sampai selesai panen. Namun faktanya, petani hingga kini mengingkari apa yang telah disepakati dan tidak bersedia melakukan kerja sama dengan mitra XII dikarenakan ada upaya provokasi yang menghalangi petani untuk mengerjakan secara legal. (mid/mar)

Lihat juga video 'Cuaca Kurang Bersahabat, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Ditutup':