Gubernur Khofifah saat meninjau AMN Surabaya. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah meninjau Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) yang terletak di Jalan Jemur Andayani nomor 1, Surabaya, Kamis (21/7/2022). Bangunan tersebut bakal segera ditempati oleh para mahasiswa dari berbagai provinsi yang menempuh pendidikan (kuliah) di Jawa Timur.
Gubernur memaparkan, AMN pertama di Indonesia adalah miniatur bagi penggodokan calon pemimpin yang berwawasan Nusantara Berkarakter Bhinneka Tunggal Ika. Sebab, AMN akan menjadi wadah yang dapat mencerminkan indahnya kebhinekaan di antara beragam perbedaan dari setiap mahasiswa yang akan menempatinya.
BACA JUGA:
- RSUD Dr. Soetomo Raih Peringkat Pertama Nasional SCImago 2026
- Perluas Akses Pendidikan di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Launching Program Kakak Tangguh
- Gubernur Khofifah Optimistis Munas-Konbes NU 2026 Hasilkan Keputusan Strategis
- Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur
"Jadi ini diharapkan menjadi miniatur penggodokan calon pemimpin yang berwawasan Nusantara Berkarakter Bhinneka Tunggal Ika. Mereka bisa saling memberikan apresiasi dari perbedaan dan keberagaman dari masing-masing suku, adat, bahasa, dan agama, dari masing-masing mahasiswa yang menempati Asrama Mahasiswa Nusantara," ujarnya usai meninjau AMN Surabaya.
"Bagaimana kita bisa menyiapkan format pemimpin berwawasan Nusantara, berkarakter Bhinneka Tunggal Ika secara substantif lahir batin, kira-kira itu nafas dari Asrama Mahasiswa Nusantara," tuturnya menambahkan.
Khofifah mengatakan bahwa AMN dibangun untuk semua mahasiswa tanpa membedakan ras, agama, suku, bahasa, ataupun daerah asal. Semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menempati asrama ini.
"Jadi mahasiswa dari berbagai provinsi yang ada di Jawa Timur terutama di Surabaya dan sekitarnya bisa mendapatkan fasilitas untuk menempati Asrama Mahasiswa Nusantara. Tentu melalui pendaftaran dan seleksi," paparnya.
Kendati telah siap untuk dimanfaatkan, gubernur memberi sejumlah catatan agar AMN dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman. Oleh sebab itu, bangunan ini memerlukan beberapa sentuhan untuk penyempurnaan sebelum ditempati para mahasiswa, seperti perbaikan akses jalan, penambahan penghijauan, kendaraan operasional, dan sementara ini butuh sejumlah matras atau bed sementara untuk tempat tidur mahasiswa sembari menunggu lelang selesai.
"Memang, untuk seluruh kesiapan kita saling lakukan sinkronisasi dan sinergi bersama dengan tim PUPR serta Binda Jatim. Misalnya untuk pengaspalan jalan ke AMN, kemudian ada upaya kita bersama untuk memberikan tampilan yang lebih estetik dari area masuk ke AMN ini," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




