Ketua Tanfidziah PCNU Lumajang, Drs KH Syamsul Huda, MPd.
“Kalau AHWA itu murni untuk kemaslahatan NU saya setuju. Tapi kan aromanya terasa, untuk menyisihkan, untuk menganulir calon tertentu,” katanya.
”Semua PCNU kan merasakan,” tambahnya.
Seharusnya, menurut dia, kalau memang niat tulus, AHWA itu dibahas dulu secara mendalam. ”Dibuat normanya, dibuat parameternya, dikonsep. Sehingga ideal sekali. Baru setelah itu disosialisasikan dan diberlakukan,” katanya.
”Sekarang ini kan belum ada landasannya dalam AD/ART,” katanya.
Ia menyarankan AHWA diserahkan kepada muktamirin agar dibahas dalam Muktamar NU nanti. ”Jadi jangan dipakai alat kelompok-kelompok tertentu, umpamanya untuk menyingkirkan, untuk menganulir calon tertentu. AHWA yang sebenarnya baik akhirnya jadi ternoda,” tegasnya.
Menurut dia, PCNU merasakan apa yang terjadi pada wacana AHWA sekarang. ”Aromanya kan ya iki piye,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




