Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA. Foto: dok. pribadi
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf bukan hanya gagal memimpin PBNU tapi juga telah merusak marwah NU dan menciptakan kegaduhan di organisasi warisan para Auliya itu. Tapi dari info yang beredar, dua tokoh ini – paling tidak, masing-masing pendukungnya – masih berusaha untuk mencalonkan diri lagi dalam Muktamar ke-35 NU akan datang.
“Cuma masalahnya apakah mereka masih layak memimpin NU ke depan,” ujar Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA dalam Podcast BANGSAONLINE lewat channel YouTube yang kini beredar luas.
“Kalau (menurut) saya, saya sudah tegaskan berkali-kali dalam podcast ini. Sekarang (mereka) yang terlibat (konflik) ini harus tidak ikut lagilah (dalam kepemimpinan NU ke depan). Ganti orang lain. Baik dari Syuriah (maupun Tanfidziyah),” jelas guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.
Prof Kiai Imam Ghazali Said bahkan menyebut secara terbuka kiai-kiai yang sudah tak layak memimpin NU ke depan.
“Kalau saya kan berani. Rais Aam (Kiai Miftachul Akhyar), Ketua Umum (Gus Yahya), Sekjen (Saifullah Yusuf) dan Katib Aam (Kiai Ahmad Said Ansori) itu harus hengkang. (Mereka) jadi mustasyar saja,” tegas pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya itu.
Menurut Kiai Imam Ghazali Said, NU atau PBNU ke depan harus dipimpin orang-orang baru. Tapi, Kiai Imam Ghazali juga masih mempertanyakan, apakah ketua PCNU dan Ketua PWNU yang punya hak suara memilih itu masih punya idealisme sehingga tidak mau menerima risyawah alias uang sogok.
Tokoh NU yang banyak menulis tentang NU dan Islam itu juga mengaku prihatin karena hingga sekarang hubungan Kiai Mif dan Gus Yahya masih seperti api dalam sekam. Bahkan masih membara.
Kiai yang juga pernah kuliah di Universitas Al Azhar Mesir itu khawatir ada dua muktamar NU.
"Petaka, kalau ada dua muktamar," ujar kiai yang menyelesaikan S2 di University of Khartoum Sudan itu.
Silakan tonton Podcast BANGSAONLINE yang seru ini di channel YouTube. “Tapi agar kami bisa istiqamah menyajikan Podcast yang berkualitas tolong disubcribe ya,” pinta M. Mas’ud Adnan yang memandu Podcast tersebut.







