Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri, Ferry Djatmiko, saat memukul gong sebagai tanda peluncuran kampung moderasi beragama. Foto: Ist
"Harapannya kedepan nanti akan bermunculan kampung moderasi beragama yang lain di kelurahan-kelurahan yang lain. Targetnya seluruh wilayah Kota Kediri menjadi kota moderasi beragama," ucapnya.
Merespon hal itu, Ferry Djatmiko selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri menyambut baik upaya yang dilakukan oleh FKUB Kota Kediri ini. Menurut dia, hal ini merupakan langkah jitu untuk mempertahan predikat indeks kota toleran di Kota Kediri.
"Kota Kediri itu adalah kota yang majemuk, masyarakatnya berasal dari latar belakang yang beragam. Mulai dari suku, ras dan agamanya bermacam-macam. Kami rasa konsep kampung moderasi beragama ini akan sangat cocok dengan demografis masyarakat di Kota Kediri," kata Ferry yang hadir mewakili Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
Dengan dilaunchingnya kampung moderasi beragama untuk yang perdana ini dapat menjadi pelopor dan percontohan bagi daerah-daerah lain serta dapat menjadi manifestasi nilai-nilai Pancasila. Ia berharap, tidak hanya tiga kelurahan ini saja yang menjadi kampung moderasi beragama, melainkan juga dapat disusul oleh kelurahan-kelurahan lain.
Dalam acara launching ini ditandai dengan pemukulan Gong oleh Ferry Djatmiko dan dilanjutkan dengan menampilkan pertunjukan kreasi dari masing-masing unsur agama, mulai dari Islam, Kristen, Katholik Hindu, Budha, Konghuchu hingga penghayat kepercayaan. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




