Kepala KPwBI Kediri, M. Choirur Rofiq, saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: Ist
"Kemudian dari sisi hilir, kita coba kembangkan bahwa hasil tenun ikat bandar kidul ini bisa untuk fashion, fashion anak muda, fashion orang tua, ibu-ibu, busana muslim dan sebagainya,"imbuhnya.
Untuk mengembangkan tenun ikat bandar kidul ini, menurut Choirur Rofiq, salah satunya adalah dengan melatih para desainer lokal Kediri supaya bisa memanfaatkan tenun tingkat Kediri untuk fashion sesuai dengan tren yang sekarang berkembang.
"Kami harapkan bahwa antara hulu dan hilir sama-sama berkembang kuat sehingga tenun ikat di banda kidul bisa naik kelas,"terangnya.
Dengan akan beroperasi Bandara Kediri, masih menurut Choirur Rofiq, tentunya akan semakin memajukan tenun ikat ini. Tenun ikat ini, nantinya bisa dijadikan oleh-oleh khas Kediri. Dan diharapkan tingkat penjualan bisa meningkat. Biasanya adanya buah tangan yang khas itu bisa mendukung wisata di daerah.
"Diterangkan Choirur Rofiq, bahwa tenun ikat termasuk Industri kreatif jadi harus ada regenerasi dan bisa ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas. Menenun itu pekerjaan yang sulit, butuh ketelatenan, butuh kesabaran kemudian harus juga punya kreativitas.
"Bila tenun ikat ini bisa menjanjikan kesejahteraan, tentu akan menarik minat anak-anak muda untuk menekuni usaha tenun ikat ini. Dan itu yang akan terus didorong oleh BI Kediri,"pungkas Choirur Rofiq. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




