Gubernur Khofifah bersama wakilnya, Emil Dardak, saat menabuh beduk.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengimbau seluruh warga Jawa Timur untuk saling menghormati dan menjaga keamanan serta ketertiban, terutama di sektor usaha rumah makan dan pariwisata saat Ramadhan tahun ini.
"Masyarakat Jatim adalah masyarakat yang majemuk. Masyarakat yang terdiri dari beragam latar belakang agama dan suku. Menjelang Bulan Ramadhan ini, kami mengimbau agar masyarakat Jatim tetap saling menghormati dan menjaga kamtibmas," ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (21/3/2023).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
Dengan saling menghormati dan memupuk persaudaraan, Khofifah berharap umat Islam dapat melewati Bulan Ramadhan ini dengan khusyuk hingga di hari kemenangan tiba atau Idul Fitri nanti.
Sebagai salah satu cara menghormati bulan suci ini bagi para pelaku usaha makanan dan minuman adalah dengan menjual makanan secara tidak mencolok, yaitu dengan menggunakan tirai. Selain itu, gubernur juga meminta agar pedagang tidak menjual, atau menyajikan minuman mengandung alkohol.
"Silakan berjualan tapi lakukan dengan tidak mencolok. Gunakan tirai di siang hari untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa," ucapnya.
Dengan demikian, lanjut Khofifah, masyarakat non-muslim bisa tetap mendapat kemudahan apabila ingin membeli makanan dan minuman pada siang hari selama Ramadhan. Namun tetap menghormati umat muslim yang sedang berpuasa.
Gubernur juga mengeluarkan Surat Edaran tentang peningkatan dan pemeliharaan kamtibmas di Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Dalam surat tersebut dijelaskan, bagi pengelola atau penanggung jawab usaha pariwisata untuk mengawasi, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan kepariwisataan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




