GRESIK, BANGSAONLINE.com - Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Gresik wilayah utara memprihantinkan. Sebab, sasaran pelaku bukan hanya kalangan orang dewasa, namun juga anak pelajar atau remaja.
Untuk itu, semua stakeholder terkait, baik Pemkab Gresik, DPRD, tokoh masyarakat (tomas), diharapkan ikut andil menanggulanginya.
BACA JUGA:
- TMMD ke-128 Gresik Ditutup, Jalan hingga RTLH di Desa Slempit Rampung Dibangun
- Tersangka Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik Ditahan, Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Kejaksaan
- Kejari Gresik Tahan Pegawai DPUTR Tersangka Penganiayaan
- Sekda Ikuti Launcing KDKMP secara Virtual, 126 Koperasi Merah Putih Gresik Siap Beroperasi
Wilayah Gresik utara sendiri secara letak geografis merupakan basis lembaga pendidikan formal. Banyak pondok pesantren (ponpes) dan lembaga pendidikan berdiri di sana.
Namun, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik baru-baru ini meringkus empat pengedar narkoba. Semuanya warga Kecamatan Bungah. Mereka satu jaringan.
"Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan kami. Wilayah Kecamatan Bungah menjadi basisnya pesantren, santri, kiai, dan lembaga pendidikan. Maka sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, seluruh elemen harus bergandeng tangan dan jemput bola terjun ke masyarakat, memberikan edukasi serta kampanye bahaya narkoba," ucap Sekretaris MWC NU Bungah, Ahmad Shodiq kepada wartawan, Jumat (12/5/2023).
Menurutnya, langkah mengantisipasi peredaran penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Gresik wilayah utara harus menjadi komitmen semua pihak. Hal itu bisa dilakukan dengan mengintensifkan jemput bola, melakukan kampanye tentang bahaya narkoba ke seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang status sosial maupun usia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




