Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (dua dari kanan) memamerkan kecanggian Smart Precision Farming kepada Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo. Foto: Ist.
"Kami menyiapkan operator bersertifikat untuk mengawal program Smart Precision Farming dalam pilot project nanti, sehingga bisa diduplikasi petani lain di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka memajukan pertanian di tanah air," jelasnya.
Ia menyampaikan, Petrokimia Gresik akan melengkapi petugas Lapang (Mobil Uji Tanah dan Argoman) dengan 2 jenis perangkat drone, yaitu drone untuk mengukur indeks vegetasi, serta drone untuk pengaplikasian pupuk.
"Petani akan mendapatkan rekomendasi pemupukan berdasarkan pemrosesan data kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari Mobil Uji Tanah dan drone. Sehingga pemupukannya presisi sesuai dengan kebutuhan tanaman," terangnya.
Pengukuran indeks vegetasi tanaman, lanjutnya, yang nantinya akan diterjemahkan menjadi rekomendasi pemupukan menggunakan metode NDVI, sedangkan pengaplikasian pupuk dengan drone dapat menggunakan pupuk nano maupun granul.
"Progres dari program Smart Precision Farming ini telah ditinjau langsung oleh Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu di Gresik. Sebagai perusahaan Solusi Agroindustri, tumpuan bisnis Petrokimia Gresik kedepan tidak hanya mengandalkan penjualan produk tangible, tapi dikolaborasikan dengan service untuk memberikan nilai lebih pada perusahaan. Menjadi game changer industri pupuk nasional untuk pertanian yang lebih baik," pungkasnya. (hud/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




