Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri Apip Permana saat menyampaikan paparan. Foto: Ist.
Apip berharap sinergitas seperti hari ini dapat terus dilakukan Pemkot dan Kemenag Kota Kediri untuk dapat memberikan informasi pada masyarakat dengan lebih transparan dan ter-up to date.
Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Kediri, Dawut Maulan, mengungkapkan bahwa sosialisasi peningkatan pelayanan informasi publik di lingkungan Kantor Kemenag Kota Kediri ini penting untuk menunjang kinerja dan membuat masyarakat tertarik atas informasi yang disampaikan oleh kemenag.
"Materi-materi pada sosialisasi ini adalah apa yang kita butuhkan untuk mendongkrak popularitas informasi kegiatan dan program kita. Sebagai humas, kita harus mampu membuat publikasi itu bisa langsung ditangkap dan dimaknai oleh masyarakat," ujarnya.
Menurut Dawut, kemenag memiliki anggaran yang cukup besar. Maka dari itu, penting adanya transparasi penyerapan berupa kegiatan yang di publikasikan.
"Tanggung jawab kita cukup besar pada masyarakat untuk memberikan jawaban ketika anggaran kita besar kegiatannya apa saja. Tugas kita mempublikasikan dengan menarik dan sesuai aturan seperti yang disampaikan kedua narasumber pada hari ini," jelasnya.
Dawut berharap para peserta dapat bersungguh-sungguh mengikuti sosialisasi ini. "Jangan menjadi pendekar di dalam sangkar sendiri. Kami menginginkan humas-humas ini menjadi pendekar di pekarangan. Jadi informasi-informasi di kemenag atau di bawah lindungan kemenag nantinya bisa terpublikasi baik melalui media kemenag, pemkot atau media online dan cetak lainnya," pungkasnya.
Selain dinas kominfo, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kediri untuk memberikan materi tentang cara penulisan informasi dan berita.
Adapun peserta dalam sosialisasi ini meliputi perwakilan satker madrasah (MI-MA/sejenjang SD-SMA), yaitu kepala madrasah, humas, dan operator data, satker KUA yaitu kepala kua dan operator serta kepala seksi di kemenag dan operator. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




