Achmad Washil Miftahul Rachman, Sekda Gresik
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sekda Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman menyatakan, belum bisa memastikan secara riil angka defisit (berkurang) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.
Sebab, tengah dihitung oleh tim anggaran (timang) Pemkab Gresik, dan badan anggaran (banggar) DPRD Gresik.
BACA JUGA:
- Usai Viral Ketua DPRD Gresik Ajak Pendemo Berkelahi, Kini Muncul Tagar PrayForSyahrul di Medsos
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- TMMD ke-128 Gresik Ditutup, Jalan hingga RTLH di Desa Slempit Rampung Dibangun
- PKL Korban Gusuran Kali Avoor Bertahan 43 Hari di DPRD Gresik
"Masih kami hitung dengan DPRD," ucap Achmad saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Rabu (2/8/2023).
Hanya, kata Achmad, defisit pada APBD 2023 kali ini dimungkinkan cukup besar.
"Memang prediksi ada selisih cukup besar di target pendapatan dan realisasi, sehingga defisit akan berpengaruh di belanjanya," ungkap sekda.
Lebih jauh Sekda Achmad menyatakan, untuk memastikan proyeksi berapa defisit APBD 2023, saat ini masih dibahas dengan DPRD
"Jadi, defisit ini kan dihitung dari realisasi, baik pendapatan dan belanja di semester 1 (6 bulan)," tuturnya.
Ditambahkan Sekda Gresik, pada saat prognosis (laporan yang disusun untuk 6 bulan), akan disepakati untuk pendapatan daerah (PD), baik bersumber dari dana transfer (pusat), maupun pendapatan asli daerah (PAD). Berapa target pendapatan yang riil untuk bisa disandingkan dengan belanja.
"Setelah diketahui riil pendapatan, nanti ada rasionalisasi terkait belanjanya," pungkas sekda. (hud/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




