Gerakan Pemuda Sampang saat bentrok dengan polisi di depan kantor pemerintah daerah setempat. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Terdapat 2 petugas yang terluka saat mengawal aksi damai dari Gerakan Pemuda Sampang (GPS) di depan kantor pemerintah daerah setempat, Senin (14/8/2023). Para personel dari Polres Sampang itu mengalami luka ringan pada bagian lengan karena dilempar bambu saat mereka memaksa untuk masuk.
"Tolong kepada pihak kepolisan tolong jangan halangi massa aksi untuk masuk ke dalam, karena kami ingin berdiskusi bersama bupati," kata seorang orator.
BACA JUGA:
- Polsek Karang Penang Sampang Intensifkan Patroli Sore, Antisipasi Kriminalitas dan Laka Lantas
- Lepas 618 CJH ke Tanah Suci, Bupati Sampang Titip Doa untuk Daerah
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi

Suasana tampak memanas karena Bupati Sampang, Slamet Junaidi, tidak menemui kerumunan yang saling dorong-mendorong di depan pintu masuk.
"Bupati Sampang yang kami hormati silakan keluar temui masyarakat, tolong jangan benturkan masyarakat dengan polisi," teriak orator.
"Kami menduga Bupati Sampang sengaja membentrokkan masyarakat dengan Polisi," imbuhnya. (tam/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




