Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saling tukar cinderamata dengan Dubes RI Brunei Darussalam Achmad Ubaedillah di Kedutaan Besar RI Brunei Darussalam. Foto: M Mas'ud Adnan/bangsaonline
Yang artinya: Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
Menurut Kiai Asep, Indonesia sebenarnya juga sangat bisa seperti Brunei Darussalam.
“Di Indonesia sebenarnya juga banyak orang kaya, konglomerat setara Sultan Brunei. Tapi mereka tak punya kepedulian pada rakyat miskin,” kata Kiai Asep.
Memang. Dalam daftar orang terkaya Indonesia memang banyak sekali konglomerat – terutama etnis China - yang kekayaannya setara Sultan Hassanal Bolkiah.
Data Forbes Real Time Billionaire mencatat bahwa Low Tuck Kwong orang Indonesia terkaya nomor satu di Indonesia per 11 September 2023. Tuck Kwong memiliki kekayaan US$25,9 miliar atau setara Rp397,51 triliun. Sementara kekayaan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah sebesar US$ 28 miliar. Setara Rp 408 triliun.
Orang Indonedia terkaya kedua adalah konglomerat Budi Hartono. Ia memiliki kekayaan sebesar US$25,6 miliar atau sekitar Rp392,90 trilun.
Orang kaya ketiga Indonesia adalah kakak Budi Hartono yang bernama Michael Hartono. Ia memiliki kekayaan US$24,5 miliar atau setara Rp376,02 triliun.
Hartono bersaudara – juga etnis Tionghoa - merupakan pemilik rokok PT Jarum, salah satu perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia, disamping pemegang saham pengendali BCA.
Pemilik ritel Indomaret, Anthony Salim, juga terkenal sebagai orang kaya Indonesia. Majalah Forbes melansir berdasarkan data terakhir per Desember 2022, harta Anthony Salim dan keluarga mencapai US$ 7,5 miliar atau setara Rp 110,7 triliun.
Pemilik Alfamart, Djoko Susanto, juga terkenal sebagai konglomerat kaya raya. Majalah Forbes mencatat harta kekayaan Djoko Susanto mencapai US$ 1,45 miliar atau setara Rp 21,75 triliun pada 2022.
“Jadi banyak sekali orang Indonesia yang kaya,” kata Kiai Asep. “Tapi ya itu tadi, tak peduli pada masyarakatnya,” tambah ketua umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Seperti diberitakan HARIAN BANGSA, Kiai Asep melakukan kunjungan ke Brunei setelah sebelumnya berkunjung ke Thailand. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu berkunjung ke Brunei bersama istri tercintanya, Nyai Alif Fadliah. Selain sang istri juga ikut Dr KH Mauhibur Rokhman (Gus Muhib), Rektor Univeristas KH Abdul Chalim (UAC) dan Wakil Rektor Dr Fadly Usman. (bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




