CEO Kapanlagi, Younivers Wenseslaus Manggut saat paparkan teknologi AI di dunia media saat ini. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE.com
GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Cargill Cocoa and Chocolate Gresik menggelar dialog terbatas tentang Teknologi Artificial Intelligence (AI).
Dialog yang dikemas dengan gathering bersama insan media di Kabupaten Gresik, digelar di Hotel Horison, Rabu (18/10/2023).
BACA JUGA:
- Bahagiakan Anak Yatim, KWG dan KPUG Ajak 200 Anak Belanja Baju Lebaran di Pasar Gresik
- HPN 2026, KWG Ziarah ke Makam Pendiri dan Wartawan Senior di Gresik
- Peringati HPN 2026, KWG Gelar Khatmil Quran, Tasyakuran dan Santuni Anak Yatim
- KWG Ikuti Lomba Perahu Dayung Tradisional Kapolres Cup 2025 di Desa Gredek
Kegiatan ini, merespon maraknya teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan yang menimbulkan tantangan dalam berbagai aspek profesi.
Salah satunya, dalam dunia Jurnalisme. Untuk itu, perusahaan media massa mau tidak mau harus siap dengan disrupsi yang terjadi dalam tradisi kerja saat ini.
Sejumlah narasumber dihadirkan. Antara lain, Irfan Wahyudi, ahli kajian komunikasi dan masyarakat dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan CEO Kapanlagi Younivers Wenseslaus Manggut.
Irfan Wahyudi menyampaikan, praktik AI di dunia Jurnalisme ini sudah dimulai, seperti pembaca/pembawa berita, alias News Anchor.
Namun, lanjutnya, tidak serta merta peran manusia bisa diganti dengan AI, tetapi lebih pada pembagian peran yang setara.
"AI adalah mesin bahasa, bukan mesin kebenaran, faktor manusia masih sentral dalam industri media. Konkritnya AI tidak mungkin bisa turun ke lapangan melakukan reportase dan memverifikasi peristiwa yang belum terekam di dunia digital," terang Irfan dalam paparannya secara virtual dari Belanda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




