Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Selain itu, Yusuf menilai dari semua calon presiden dan calon wakil presiden yang sudah ada saat ini, tidak ada perwakilan dari kaum perempuan. Nah, di sini peran Khofifah sebagai perwakilan kaum perempuan sangat dibutuhkan.
"Sebenarnya pilpres 2024 ini adalah pertarungan kuat antara wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Dan hanya Khofifah yang bisa mendulang suara di wilayah Jawa, terutama dua wilayah tersebut. Mengingat mayoritas pemilih perempuan akan terwakili dengan adanya Khofifah di bursa cawapres," kata Yusuf Husni.
Pria yang akrab disapa Cak Ucup ini menambahkan, bahwa keikutsertaan Khofifah dalam kontestasi pilpres 2024 akan menjadi berwarna. Pertarungan pilpres tidak lagi didominasi calon laki-laki, tapi juga calon perempuan.
"Yang perlu diingat, bahwa suara pemilih saat ini banyak didominasi kalangan perempuan. Kalau memang Prabowo menggandeng Khofifah, tentu itu sangat baik. Suara pemilih dari perempuan akan utuh. Apalagi Khofifah memiliki Muslimat dan Fatayat," tandasnya.
Senada dikatakan Ketua Ikatan Masyarakat Madura (Ikamra) Indonesia, Adras Ridwan.
Menurutnya, jika Khofifah Indar Parawansa menjadi Cawapres Prabowo, tentu akan menjadi daya tarik sendiri bagi kalangan nahdliyyin khususnya di Jawa Timur.
Pertama, kata Adras Ridwan, selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, sudah terlihat prestasi Khofifah. Raihan prestasi ini tidak hanya menarik suara nahdliyyin, tetapi juga masyarakat umum di luar nahdliyyin.
Faktor kedua, Khofifah juga menjabat sebagai Ketua Muslimat NU. "Tentu sudah pasti punya suara bulat dari kalangan Fatayat dan Muslimat. Mereka pasti satu suara ke Bu Khofifah," lanjutnya.
Kalau pun Mahmud MD dan Muhaimin Iskandar yang notabene dari kalangan NU, suara mereka tidak akan masif.
"Berbeda lagi kalau ada instruksi dari NU. Nah, NU kan tidak ada instruksi harus memilih siapa. Jadi saya melihat, Bu Khofifah justru yang bisa mengambil suara NU," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




