Ia menyebut apabila kegiatan pelatihan yang diberikan oleh pihaknya maupun Pemkot Kediri sebenarnya untuk membuka cakrawala berpikir para perajin bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas produknya.
"Tentunya semua tergantung kepada para perajin, bagaimana untuk memotivasi diri agar mau terus belajar. Jangan hanya menunggu pelatihan dari BI dan Pemkot Kediri saja, jika ada kesempatan perajin juga bisa belajar batik atau tenun di tempat lain," katanya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri, Ferry Djatmiko, yang juga hadir dalam acara tersebut mengungkapkan dalam bisnis harus selalu memiliki inovasi, baik itu produk maupun proses produksinya. Kegiatan pelatihan-pelatihan yang telah diberikan untuk perajin harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk belajar pewarnaan benang tenun dan kain batik selaligus treatment limbahnya, agar inovasi produknya semakin beragam dan proses produksinya tidak mencemari lingkungan," tuturnya.










