Kiai Asep Minta Risywah di Muktamar NU Jangan Dianggap Lumrah

Kiai Asep Minta Risywah di Muktamar NU Jangan Dianggap Lumrah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memberikan taushiah dalam acara shalat malam dan doa bersama di kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Senin (1/1/2025) malam. Foto: MMA/bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim minta para pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan tidak menganggap dalam sebagai perbuatan biasa atau lumrah.

“Ada yang beranggapan bahwa dalam sebagai hal biasa atau lumrah sehingga sulit diberantas,” tegas Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, putra pendiri NU KH Abdul Chalim di depan para kiai dalam acara shalat malam dan doa bersama yang digelar secara rutin di kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Senin (1/1/2026) malam.

Kali ini Kiai Asep menggelar shalat malam dan doa bersama juga dalam rangka manasik umrah untuk badal umrah para korban reruntuhan mushalla Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo.

Menurut Kiai Asep, kalau - yang jelas dilarang oleh ajaran Islam - dianggap biasa dan lumrah, berarti kita beranggapan bahwa kita tak perlu mematuhi larangan Allah SWT.

“Jika ada orang beranggapn seperti itu atau beranggapan tak perlu mematuhi perintah atau larangan Allah, sama kita dengan murtad,” tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.

Kiai Asep menengarahi bahwa dalam Muktamar Lampung 2021 terjadi dugaan besar. Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu mengaku mendapat informamsi langsung dari sejumlah ketua PCNU saat pergi ke Aceh menjelang di Lampung 2021.

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO