Kiai Asep saat memberikan sambutan di penutupan Rakernas
MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Penutupan silaturahmi alim ulama dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) 2026 bersama Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) digelar di Gedung Putih Graha Afia, Pacet, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan ini menegaskan komitmen penguatan peran guru dan pesantren dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Ketua Umum JKSN dan Pergunu Prof Dr KH Asep Saifudin Chalim menegaskan bahwa Pergunu sebagai badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama, kualitas guru menjadi kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Rakernas yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Februari 2026, diikuti 18 pengurus wilayah dari seluruh Indonesia.
Menurut Kiai Asep, Rakernas juga menjadi momentum penguatan peran pesantren, transformasi digital untuk peningkatan kompetensi guru, serta kaderisasi guru NU.
“Kita dukung penuh kepemimpinan dan program Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Semoga beliau dan Gubernur Jawa Timur diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah, termasuk mewujudkan Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” tegas Kiai Asep.
Sekjen JKSN H. Mohammad Ghofirin M.Pd menjelaskan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 13–14 Februari 2026 di Pesantren Amanatul Ummah, Surabaya, Jawa Timur.
Rakernas tersebut menjadi ajang konsolidasi dan penguatan peran strategis guru bersama kalangan pesantren.
JKSN dan Pergunu dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. KH Asep Syaifuddin Chalim MA yang dipanggil Kiai Asep.
Dalam momentum tersebut, Kiai Asep juga menggelar silaturahmi bersama para alim ulama sekaligus memimpin jalannya Rakernas.
Kegiatan ini dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, serta Gubernur Jawa Timur.
Dalam Rakernas, disepakati sejumlah program kerja prioritas dan pendukung bagi Pergunu maupun JKSN untuk tahun 2026.
Program-program tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya bangsa Indonesia yang maju, adil, dan makmur dari berbagai aspek, mulai pendidikan, ekonomi, sosial hingga budaya.
Khusus JKSN, pembahasan menitikberatkan pada peran pesantren dalam reorientasi cita-cita kemerdekaan.
Ghofirin menuturkan, jika dahulu pesantren didirikan untuk memperjuangkan kemerdekaan, kini orientasinya adalah mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur.
Ia menambahkan, JKSN akan fokus pada pemberdayaan produk pesantren melalui lima aspek utama, yakni ekonomi, kesehatan, pelestarian lingkungan, perlindungan perempuan dan anak, serta mitigasi risiko bencana.

“Bangsa yang maju, adil, dan makmur menjadi cita-cita kita bersama. Alhamdulillah, dari awal hingga akhir seluruh kegiatan ini murni dibiayai Ketua Umum. Kita doakan beliau selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus berbuat bagi kemaslahatan umat,” ujarnya. (ris/van)








