Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan Dr Saan Mustopa bersama KH Muhammad Al Barra dan Muhammad Habibur Rohman serta Hermawi Taslim dan Aminurrochman dalam acara silaturahim dengan para korcam dan kordes relawan Baret dan Bekisar di Masjid KH Abdul Chalim Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Kamis (16/2/2026). Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com- Wakil Ketua DPR RI Dr Saan Mustopa sangat terkesan dengan tim inti relawan Dr Muhammad Al-Barra (Gus Bara) dan Muhammad Habibur Rochman (Gus Habib) yang jumlahnya sangat besar tapi selalu loyal, kompak dan solid. Yaitu 27.000 relawan inti.
“Kalau di daerah lain 27.000 itu jumlah suara secara keseluruhan. Di sini hanya tim inti. Ini bisa jadi model percontohan di daerah lain,” ujar Saan Mustopa yang juga Wakil Ketua Umum Partai Nasdem di depan ribuan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Kordinator Desa (Kordes) Barisan RT (Baret) dan Bela Kiai Santri (Bekisar) di Masjid Kampus Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Kamis (26/2/2026) malam.
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, ayahanda Gus Bara dan Gus Habib tersenyum. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu memang mengundang 1.200 tim inti relawan Gus Bara dan Gus Habib se Kecamatan Pacet. Tapi yang datang malah 1.280 orang.
Kiai miliarder tapi dermawan itu rutin mengundang ribuan tim relawan Gus Bara dan Gus Habib, terutama dalam bulan suci Ramadan. Mereka selain dikasih uang transport juga beras satu persatu.

Para relawan perempuan Baret dan Bekisar dalam acara silaturahim dengan DPP Nasdem di Masjid KH Abdul Chalim Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Kamis (16/2/2026). Foto: MMA/bangsaonline.
Mereka diundang secara bergiliran per kecamatan. Tiap kecamatan ada sekitar 1.200 hingga 15.000 lebih relawan inti. Tergantung luasnya kecamatan.
Kabupaten Mojokerto sendiri terdiri dan 18 Kecamatan dan 304 desa. Bahkan saat menjelang Pilkada dan Pileg mereka diundang tiap hari sehingga dana yang dikeluarkan mencapai miliaran rupiah. Sehingga jumlah tim inti relawan Gus Bara dan Gus Habib mencapai 27.000 orang.
Kini Gus Bara sukses jadi bupati dan Gus Habib terpilih sebagai anggota DPR RI. “Nasdem yang semula hanya tiga kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto sekarang menjadi delapan kursi,” ujar Kiai Asep Saifuddin Chalim.
Sekarang bahkan Kiai Asep menargetkan Nasdem menjadi 12 kursi DPRD Kabupaten Mojokerto.
“Agar Pak Amin bisa menjadi ketua DPRD. Kalau ketua DPRD-nya dati kita enak menjalankan program,” ujar Kiai Asep. Yang dimaksud Pak Amin adalah Khoirul Amin koordinator relawan Gus Bara dan Gus Habib yang kini Wakil Ketua DPRD Kabupaeten Mojokerto.
Kiai Asep juga menarget peningkatan perolehan kursi DPR RI dari Nasdem.
“DPR RI juga dua (kursi). Habib dan Pak Affan,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu penuh optimistik.
Gus Bara juga sangat mengapresiasi perjuangan relawan Baret dan Bekisar yang sangat besar jasanya terhadap kemenangan dirinya dan Gus Habib.
“Yang membuat Habib jadi (DPR RI) ya ini,” ujar Gus Bara saat menyampaikan sambutan sembari tertawa. Gus Habib yang berada di belakang Gus Bara langsung menjawil kakak kandungnya itu.

DARI KIRI: Dr Saan Mustopa, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Dr Muhammad Al-Barra dan Muhammad Habiburrochman. Foto: MMA/bangsaonline.
Ia berterimakasih kepada para korcam dan kordes relawan yang sangat kompak, solid dan loyal hingga sekarang.
“Terimakasih tetap berjuang bersama-sama,” ujar Gus Bara sembari mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto 6 lebih, sementara angka kemiskinan turun.
Gus Habib juga mengapresiasi perjuangan Baret dan Bekisar. Gus Habib bahkan bernostalgia yang memberangkatkan para tim relawannya untuk ziarah wali limo.
“Masih ingat nggih?,” ujar Gus Habib dalam bahasa Jawa. Bendahara PP Pergunu itu berjanji akan memberangkatkan lagi mereka untuk ziarah ke wali limo.
“Tapi saya masih nyelengi dulu,” ujar Gus Habib yang disambut tawa ribuan tim relawan.
Secara kelakar Gus Habib menyampaikan bahwa para elit DPP Nasdem jauh-jauh dari Jakarta ingin bertemu dengan para tim Baret dan Bekisar.
Gus Habib juga menjelaskan bahwa Safari Ramadan DPP Nasdem sebelumnya melakukan ziarah ke makam Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pesantren Tebuireng Jombang.
Rombongan DPP Nasdem sebelumnya juga bertemu dengan ribuan santri Amanatul Ummah di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Di depan ribuan santri Amanatul Ummah Saan Mustopa memberikan motivasi.
Saan berberita masa kecilnya yang saat sekolah SD tak pakai sepatu dan seragam. Ia bahkan 11 tahun mengembala kambing.
Menurut dia, keterbatasan bukanlah penghalang untuk rajin belajar. Ia minta jangan pernah berhenti belajar dan menjalani pendiri sampai perguruan tinggi.
"Sampai kita siap berkompetisi dalam kehidupan yang sesungguhnya. Karena ilmu tidak ada habisnya, dengan ilmu kita bisa menjadi apapun,” pesannya.
Kedua, tegas dia, tentang kesucian hati. “Semua disasarkan pada niat yang baik. Karena dengan niat yang baik, orang punya harapan," tegas Saan Mustopa.
Ia juga menjelaskan kunjungannya ke pesantren. "Kalau kita baca sejarah, peran para kiai dan santri dalam melawan penjajah sangat besar,” tegasnya.
Menurut dia, para kiai pesantren tidak hanya berkorban fisik, harta, dam pikiran.
“Bahkan nyawa mereka korbankan untuk kemerdekaan bangsa ini. Di pesantren diajarkan cinta tanah air, nasionalisme kita dibentuk," ujar Saan Mustopa penuh semangat.
Menurut dia, tujuan lain silaturahim ke pesantren agar menjadi pengingat bagi politisi sehingga mereka menjaga politik tetap mulia.
“Politik untuk membangun kemaslahatan dan kemanfaatan dengan melakukan berbagai perubahan ke arah yang lebih baik, serta untuk meningkatkan kesejahteraan, memerangi kebodohan dan kemiskinan,” lanjutnya sembari berpesan tujuan mulia itu dilakukan dengan cara yang baik dan benar.
“Maka partai dan para politisi harus sering-sering silaturahmi dan dialog dengan para kiai dan keluarga pesantren untuk mengontrol, mengingatkan agar kesucian politik tetap terjaga. Karena pesantren ini tempat orang-orang yang baik," tegas Saan Mustopa.
Dalam acara itu Saan Mustopa didampingi Sekjen DPP Nasdem Hermawi Taslim dan Sekretaris DPW Nasdem Jatim Aminurrochman serta jajaran pengurus Nasdem lainnya.














