Gerbong KA Turangga masuk ke area sawah setelah tabrakan dengan KA Bandung Raya. Foto: Bisnis.com
Di sisi lain, kapasitas kedua kereta api itu juga dilaporkan masing-masing mengangkut sebanyak 287 penumpang untuk KA Turangga, sedangkan terdapat 191 penumpang untuk KA Lokal Padalarang-Cicalengka.
Kepala Kantor SAR Bandung, Heru Marantika mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk mengevakuasi dua korban lainnya yang masih berada di dalam gerbong.
"Yang ada saat ini tinggal dua, namun akan kami pastikan lagi manakala ada tambahan korban," katanya.
Ia mengaku mengalami kesulitan dalam evakuasi gerbong kereta, karena di area lokasi kejadian kecelakaan yang sempit, ditambah antusias masyarakat menonton kejadian ini.
"Kesulitannya medan area yang sempit, yang kedua animo masyarakat untuk menonton ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Dan ketiga benturan dari badan keretanya yang tinggi," katanya.
Hery menjelaskan, saat ini pihaknya menggunakan dua teknik dalam proses evakuasi.
"Proses evakuasi saat ini baik dari basarnas, TNI, Polri, kemudian SAR gabungan, sedang mengupayakan dua teknik upaya evakuasi. Yang pertama gerbongnya coba kita angkat atau kita tarik, kalau memang ini tidak memungkinkan gerbong ini kita coba usulkan ke PT KAI untuk dipotong sebagian bagian gerbongnya, sehingga dua korban, yang satu dalam posisi gerbong terguling dan satu korban yang terjepit, ini bisa kita evakuasi," katanya.
"Alat berat yang dikerahkan ada crane dari PT KAI, ada peralatan SAR Ekstrikasi dari Basarnas, Brimob, dan TNI," tambahnya.
Sementara, Humas RSUD Cicalengka Nina Nurjanah mengatakan, dua korban meninggal dunia yang di evakuasi, baru satu yang teridentifikasi, yaitu masinis Kereta Api Commuter Line Bandung Raya.
"Sementara yang kami terima, yang terupdate sampai jam 10 itu korban meninggal ada dua orang yang masuk, yang teridentifikasi baru satu dari masinis Bandung Raya," tuturnya mengutip CNN. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




