Acara yang digelar Relawan Jatim Beragam cabang Malang Raya.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Relawan Jawa Timur Bersama Ganjar-Mahfud atau Jatim Beragam cabang Malang Raya menggelar gebyar pasar murah dan pertunjukan kesenian Bantengan di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jumat (9/2/2024).
Koordinator Relawan Jatim Beragam Cabang Malang Raya, Nur Ahmad Qoyyumudin atau yang akrab disapa Qoyum, menyebut kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengapresiasi kesenian di Malang.
BACA JUGA:
- 5 Kereta Tujuan Surabaya dan Malang Terlambat Akibat Gangguan di Jakarta, KAI Daop 8 Buka Suara
- 37 Tahun, JADE Indopratama Malang Masuk Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026
- Lalai Tak Kunci Ganda, Motor Mahasiswi Magang di Malang Raib
- Muscam Golkar Blimbing Kota Malang Tetapkan Nedy Zunaedi sebagai Ketua PK Secara Aklamasi
“Kami adakan Pesta Rakyat dengan menampilkan pertunjukan kesenian Bantengan. Hal itu sebagai apresiasi terhadap budaya lokal dan bentuk dukungan pada pelaku seni,” ujarnya.
Pertunjukan Bantengan dihadiri ribuan masyarakat yang juga sekaligus pendukung Ganjar-Mahfud di Kabupaten Malang. Selain pertunjukan itu, Relawan Jatim Beragam cabang Malang Raya juga menyediakan stan bazar murah, yang mana masyarakat bisa membeli berbagai macam sembako di sana.
"Pada stan bazar murah, masyarakat bisa membeli sembako serba murah, antara lain beras murah, minyak goreng murah, dan mie murah,” kata Qoyum.
Di sela-sela pertunjukan, ia mengatakan bahwa Relawan Jatim Beragam juga menyapa masyarakat dengan memaparkan visi-misi Ganjar-Mahfud, terutama mengenai program untuk masyarakat desa dan tidak mampu.
Dijelaskan pula, Ganjar-Mahfud punya komitmen untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air, mulai dari meningkatkan kemampuan SDM para pemuda, membantu para petani, hingga meningkatkan keterlibatan perempuan atau ibu-ibu dalam dunia usaha.
“Ganjar-Mahfud punya Program Pendidikan Berkualitas dan Merata Wajib Belajar 12 Tahun Gratis: Pintar Tanpa Biaya,” ujarnya.
Ia menyebut, transformasi pendidikan termasuk penggunaan tele-education bagi anak Indonesia secara merata, berkualitas, dan produktif, di sekolah negeri dan swasta, termasuk bagi santri dan pesantren.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




