Titik gempa di Laut Tuban. Foto: earthquake
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pusat perbelanjaan milik Pakuwon Grup di Surabaya ditutup sesaat setelah terjadinya gempa susulan sebesar 6,5 Skala Richter (SR) di Tuban yang terasa di Surabaya.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, penutupan tersebut sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
“Ya, kami tutup semua mal Pakuwon sementara,” katanya.
Ia menjelaskan, pascagempa pihaknya memeriksa mal dan belum ada laporan terjadinya kerusakan.
“Tidak ada kerusakan, sementara kami evakuasi para pengunjung. Kami tutup satu atau dua jam lihat situasi dan kondisinya,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pegawai Mal Tunjungan Plaza bernama Pipit mengaku merasakan gempa di dalam mal tersebut.
“Iya mal ditutup, manajemen meminta tenant-tenant di mal ditutup,” ujarnya.
Menurut data dari aplikasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa telah terjadi sebanyak 15 kali, sejak pukul 11.22 WIB. Namun yang terbesar pada pukul 15.52 WIB, yakni sebesar 6,5 Skala Richter (SR).
Menurut data BMKG, beberapa wilayah dalam skala MMI, yang merasakan gempa tersebut diantaranya III-IV Blora, III-IV Surabaya, III-IV Kabupaten Banjar, II-III Mojokerto, II-IIl Malang, II-IIl Lumajang, II-III Nganjuk dan II Yogyakarta.(rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




