Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Foto: BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Berkali-kali Khofifah Indar Parawansa mendapat “rayuan politik” untuk bersanding dengan calon wakil gubernur (cawagub) yang disodorkan berbagai kalangan pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.
Tapi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU itu bergeming alias diam saja. Ia tetap memilih Emil Elestianto Dardak sebagai cawagub. Ia selalu mengatakan bahwa dirinya merasa lebih nyaman dan produktif dengan Emil.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Siap Tanggung Konsumsi Muktamirin, Kiai Asep Persilakan Amanatul Ummah Ditempati Muktamar ke-35 NU
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
Jawaban Khofifah hanya itu. Singkat. Yang intinya menolak cawagub lain secara halus.
Lalu kenapa Khofifah merasa sangat cocok dengan Emil? Ternyata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim punya alasan menarik. Ia 'membocorkan' kepada BANGSAONLINE.
Menurut pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amantul Ummah Surabaya dan Mojokerto Jawa Timur itu, wajar Khofifah merasa lebih nyaman dengan Emil Dardak.
"Karena Pak Emil tidak neko-neko," kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE suatu ketika.
"Pak Emil tak pernah menuntut macem-macem," tambahnya.
Selain itu, kata Kiai Asep, Emil Dardak sangat santun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




