LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kondisi air baku PDAM di Sungai Bengawan Solo sampai saat ini masih dianggap aman untuk memenuhi kebutuhan konsumennya. Meski demikian, PDAM sudah menyiapkan langkah antisipasi, jika terjadi kemungkinan terburuk dengan tidak memadainya debit air baku di Sungai Bengawan Solo.
Tahun lalu, musim kemarau berlangsung cukup panjang sehingga berpengaruh pada berkurangnya debit air di Sungai Bengawan Solo. Bahkan, tinggi muka airnya jauh di bawah pompa intake PDAM yang berada di Kecamatan Babat yang mengakibatkan tersendatnya air untuk pelanggan mereka.
BACA JUGA:
- Siaga Musim Kering, Pemkab Lamongan Serahkan Bantuan 328 Alsintan dan 3 Combine Harvester dari Pusat
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
- Stadion Surajaya Rusak di Sejumlah Titik, Disbudporapar Lamongan Ajukan Perbaikan ke Kementerian PU
- Eks Kepala UPT Bantah Isu Jual-Beli Kios Pasar Hewan Bakalanpule Lamongan
Tidak mau terulang hal serupa, Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo menyebut PDAM tahun ini sudah menyiapkan langkah antispasi. Dia menyebut PDAM sudah menyiapkan ponton-ponton yang akan digunakan untuk mengangkut pipa intake hingga ke tengah sungai.
"Kondisi air baku PDAM di Sungai Bengawan Solo sampai saat ini masih memadai. Mengantisipasi musim kemarau panjang, PDAM juga sudah menyiapkan ponton-ponton pengangkut pipa intake hingga ke tengah sungai," jelas dia.
Sejak memiliki Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Plosowahyu, debit air PDAM kini semakin tinggi sehingga bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
Akhir tahun 2014 lalu, jumlah sambungan rumah PDAM mencapai 5.069 sambungan. Sedangkan hingga akhir Juli lalu, jumlah pelanggan PDAM sudah meningkat hingga mencapai 17 ribu sambungan rumah.(ais/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




