Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih saat memaparkan tugas Petrokimia Gresik dalam penyediaan pupuk di hadapan ribuan pengecer pupuk. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Ribuan pengecer pupuk yang tergabung dalam Perkumpulan Pengecer Pupuk Indonesia (PPPI) menggelar deklarasi di GOR Tridharma Petrokimia Gresik (PG), Rabu (18/9/2024).
Ribuan pengecer pupuk produk PT Petrokimia Gresik ini berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Mereka datang dari berbagai daerah berombongan. Ada yang menumpang bus, dan mobil.
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hari Otoda ke-30 Tahun, Gubernur Jatim: Momentum Perkuat Sinergi
- Dari Kartini ke Era Digital: Zakat untuk Pendidikan Perempuan sebagai Investasi Masa Depan Jatim
Deklarasi dihadiri sejumlah pejabat penting baik dari Pupuk Indonesia (PI) PTPN, Perum Bulog, Kementerian Perdagangan, Bank BRI, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Hadir juga Ketua PPPI Khilmi, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih dan sejumlah pejabat Petrokimia Gresik.
Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mewakili Pupuk Indonesia (PI) mengawali sambutannya menyampaikan ucapkan selamat atas dibentuknya PPPI dalam rangka.kedaulatan pangan nasional.
"Bapak dan ibu pengecer pupuk yang hadir disini adalah garda terdepan. Saya terima kasih atas supportingnya," ucapnya.
Disampaikannya, saat ini jumlah kios pengecer secara nasional sebanyak 26.436 pengecer.
"Sementara di Jawa Timur jumlah kios pengecer sebanyak 5.849 kios pengecer," tutur Digna.
Digna menyatakan, kinerja Pupuk Indonesia secara nasional dalam penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan 13 September 2024 sebesar 4,68 juta ton atau 49,0% dari total alokasi tahun 2024 sebesar 9,55 juta ton.
"Hal ini sesuai Kepmentan 249/2024 dan sebesar 71,2% jika dibandingkan dengan alokasi penyesuaian anggaran tambahan Rp 7,1 triliun sebesar 6,57 juta ton," tuturnya.
"Sementara untuk realisasi Provinsi Jawa Timur sampai dengan 13 September 2024 sebesar 1,01 juta ton atau 53% dari total alokasi tahun 2024 sebesar 1,92 juta ton," imbuhnya.
Lebih jauh Digna menyampaikan, Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok pupuk di semua lini untuk mendukung kebijakan Pemerintah terkait tambahan alokasi per tanggal 13 September 2024 tercatat posisi stok secara Nasional sebesar 1.691.959 ton.
Rinciannya, pupuk subsidi sebesar 1.225.573 ton (Urea 670.877 ton dan NPK 554.696 ton), atau mencapai 221% apabila dibandingkan dengan ketentuan stok minimum yang ditentukan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




