"Kumpulan informasi ini merupakan faktor-faktor pendukung untuk menyiarkan berita peringatan dini tsunami dan menjadi bahan evaluasi peringatan dini tsunami dari sistem pemantauan tersebut," ujarnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial, dalam hal ini Direktorat Sistem Referensi Geospasial (DSRG), bertujuan untuk membuat peserta lebih memahami proses bisnis penyediaan data pasang surut.
"Stasiun pasang surut yang dikelola BIG, selain dimanfaatkan untuk penyediaan referensi vertikal dalam pemetaan, juga berguna dalam mendukung InaTEWS. Pada hari ini, kita akan bersama-sama mencoba mengenal sistem pemantauan pasang surut yang dikelola BIG, dan kegiatan survei lainnya mendukung pemanfaatan data pasang surut, seperti levelling dan Global Navigation Satellite System (GNSS)," jelas Aris Marfai.
Dalam kegiatan kunjungan lapangan ini, BIG memberikan penjelasan kepada undangan terkait peralatan yang ada di stasiun pasang surut, beserta fungsinya, untuk menjaga keberlangsungan data pasang surut.
Dilakukan juga simulasi pengukuran GNSS dan levelling TKG pasang surut untuk pemutakhiran sistem referensi vertikal.
Kunjungan lapangan ini juga dihadiri Plt. Direktur SRG BIG, Bayu Triyogo Widyantoro, mitra pengguna/praktisi lintas sektor seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), dan Pusat Hidro Oseanogerafi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (PushidrosAL). (tam/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




