Alasan PDIP Pecat Jokowi dan Kelucuan Pidato Gibran Para-Para Kiai

Alasan PDIP Pecat Jokowi dan Kelucuan Pidato Gibran Para-Para Kiai Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka. Foto: Antara

Sebagai mantan presiden, tentu berpikir panjang untuk masuk partai lain, setelah dipecat PDIP. Apalagi di internal parpol lain belum tentu semua pengurus menerima, terutama jika melihat track record di PDIP.

Yang paling memungkinan bagi adalah mendirikan partai baru. Misalnya partai Projo. Yang sampai saat ini kongresnya molor terus. Atau menggantikan Kaesang, anaknya, jadi Ketum PSI. Bukankah pada Pemilu lalu all out mendukung PSI? Sampai narasi dukungannya dipasang di videotron-videotron di beberapa perempatan jalan.

Hanya saja masalahnya reputasi dan pengaruh sangat anjlok pasca lengser dari presiden. Hasil beberapa lembaga survei menunjukkan pengaruh dalam Pilkada Jakarta hanya 16 %. Jauh di bawah Anies Baswedan yang mencapai 40 %.

Memang di beberapa daerah paslon yang didukung menang. Tapi kemenangan itu tak identik faktor . Melainkan karena faktor Presiden Prabowo Subianto, disamping juga diduga karena faktor aparat.

Faktanya, saat Pilkada kemarin banyak sekali paslon kepala daerah yang acara kampanyenya tak ingin dihadiri , Gibran dan Kaesang. Terutama karena dianggap berpotensi mengurangi suara.

Yang lucu, banyak sekali banner calon kepala daerah yang ada gambar , Gibran dan Kaesang, tiba-tiba diturunkan oleh tim sukses paslonnya sendiri karena dianggap menggerus suara.

"Saya sudah terlanjur cetak 100 banner ada gambarnya pak . Tapi saya turunkan," kata seorang keluarga calon kepala daerah.

Di Pilbup Mojokerto Kaesang sempat kampanye untuk Ikfina Fahmawati, calon bupati Mojokerto incumbent. Lewat video. Tapi Ikfina malah kalah.

Seorang calon kepala daerah bahkan sempat marah2 karena tiba-tiba Kaesang hadir dalam kampanye akbarnya. Apalagi ia tak merasa mengundang.

Saya tak tahu apakah realitas politik ini sudah dipahami oleh . Jika tidak, tentu sangat bahaya bagi . Karena dia masih akan percaya diri. Padahal rakyat sudah mau muntah!

Kata orang Jawa: setiap masa ada orangnya. Setiap orang ada masanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Presiden Jokowi Unboxing Sirkuit Mandalika, Ini Motor yang Dipakai':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO