Kalaksa BPBD Jatim bersama Kepala Stasiun BMKG Juanda saat memantau pelaksanaan OMC atau operasi modifikasi cuaca.
Ia pun berharap, OMC bisa mengurangi dampak cuaca ekstrem yang akan terjadi di Jawa Timur dalam sepekan ke depan.
Dalam pelaksanaan OMC, Kepala Stasiun BMKG Juanda menyebut pihaknya mendukung data perkembangan potensi awan yang akan bergerak ke daratan Jawa Timur.
Potensi awan itulah yang akan menjadi sasaran OMC dengan cara disemai garam dengan pesawat yang telah disiapkan.
"Dengan teknologi ini, debit air hujan bisa dikurangi. Sehingga hujan diharapkan tidak sampai turun ke daratan Jatim, dan bisa mencegah terjadinya banjir atau bencana lainnya," ucap Taufiq.
Menurut data Posko OMC dalam sehari, OMC bisa dilakukan antara 5-6 sortie. Di setiap sortie, kegiatan ini bisa berlangsung 1,5 hingga 2 jam. Termasuk pada malam hari. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




